"Yang bersangkutan dititipkan oleh KPK kemarin sekitar jam 5 sore. Jadi sudah dititipkan di Rutan Kelas I Medan," kata Kepala Rutan Tanjung Gusta Medan, Rudi Sianturi, Kamis (15/11).
Rudi menyebutkan setelah diantarkan KPK ke Rutan Tanjung Gusta Medan, Pangonal langsung menjalani pemeriksaan kesehatan. Pangonal kini ditempatkan di Blok Tipikor. Namun, Rudi mengaku tidak mengetahui kapan Pangonal akan mulai disidang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami hanya menerima titipan dari KPK. Biasanya, pihak KPK akan memberitahukan jadwal tiga hari atau empat hari sebelum persidangan. Tapi masalah persidangan itu urusannya jaksa KPK," ucapnya.
Enam orang yang ditangkap yakni Pangonal Harahap, Pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi Effendy Sahputra alias Asiong, Kepala Dinas PUPR Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Khairul Pakhri, H Tamrin Ritonga (swasta), pegawai Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatera Utara berinisial H, dan ajudan Pangonal berinisial E.
OTT ini terkait dengan dugaan suap proyek-proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu tahun anggaran 2018. Salah satunya proyek pembangunan RSUD Rantau Prapat yang ditender pada 2018 dengan menggunakan APBD 2017.
Pangonal Harahap diduga menerima uang dari Asiong sebesar Rp38,8 miliar dan 218 ribu dolar Singapura. Uang tersebut diserahkan bertahap melalui anak Pangonal yakni Baikandi Harahap, Adik Ipar Pangonal Yazid Anshori dan stafnya Umar Ritonga (Buron).
Sebelumnya, KPK telah memastikan merampungkan berkas penyidikan kasus Pangonal Harahap. Rencananya Pangonal akan segera disidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara. (fnr/ain)