KNKT Unduh FDR Lion Air Berisi Data 69 Jam Penerbangan

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 21:52 WIB
KNKT Unduh FDR Lion Air Berisi Data 69 Jam Penerbangan Flight Data Recorder (FDR) Lion Air JT-610 CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan telah mengunduh data yang terdapat dalam Flight Data Recorder (FDR) milik pesawat Lion Air PK-LQP JT-610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan data dalam FDR berhasil diunduh pada 4 November 2018 usai ditemukan pada 1 November 2018.

"FDR berhasil kami unduh dengan baik semua data yang terekam," ujar Soerjanto dalam rapat kerja Komisi V dengan Menteri Perhubungan (Menhub), BMKG, dan KNKT di Gedung DPR, Kamis (22/11).


Soerjanto membeberkan FDR memuat 1.790 parameter atas 69 jam penerbangan atau 19 penerbangan termasuk dari penerbangan terakhir yang jatuh di perairan Karawang.
Data FDR itu, kata dia, masih dalam pemeriksaan untuk kepentingan analisa penyebab jatuhnya pesawat.

Lebih lanjut, Soerjanto mengaku pihaknya belum berhasil menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR). Namun, ia menuturkan pihaknya dibantu Basarnas sudah memetakan lokasi kemungkinan keberadaan CVR, termasuk menggunakan alat pendeteksi dari kotak hitam milik Bentos USA.

"Area yang kami cari kurang lebih 300 kali 300 meter. Itu yang sudah kami sapu namun sampai saat ini kami belum menemukan tanda-tanda di mana CVR berada," ujarnya.

Di sisi lain, Soerjanto menyampaikan lokasi jatuhnya pesawat sangat dekat dengan jalur pipa minyak Pertamina dan kabel bawah laut.

Sehingga, ia mengaku pihaknya menggunakan kapal yang memiliki kemampuan dynamic position atau tidak perlu menaruh jangkar.

"Untuk itu program pencarian membutuhkan persiapan yang tidak sederhana dan diperlukan waktu beberapa hari," ujar Soerjanto.

Pada kesempatan yang sama, Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan pesawat Lion Air PK-LQP sudah disertifikasi dan layak jalan. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan Kemenhub.

"Berdasarkan pemeriksaan Kemenhub, pesawat Lion Air yang jatuh telah disertifikasi dan pada prinsipnya dalam kondisi layak jalan," ujar Budi.

Terkait dengan kecelakaan, Budi mengklaim pihaknya telah melakukan pemeriksaan standar keberangkatan dan berkoordinasi dengan Airnav. Kemenhub, kata dia, juga melakukan pemeriksaan khusus terhadap pesawat Boeing 737 Max 8.

Budi mengatakan Kemenhub melalui Surat Dirjen Perhubungan Udara meminta Lion Air membebastugaskan sementara Direktur Teknik Lion Air guna mendukung proses investigasi yang dilakukan KNKT.

"(Kemenhub) membekukan sementara sertifikat Aircraft Maintenance Engineer Licence (AMEL) nomor 2098, 2129, dan 4783," ujarnya.

Pesawat Lion Air PK-LQP rute Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak di atas perairan Karawang pada Senin (29/10), sekitar pukul 06.33 WIB.

Pesawat tipe Boeing 737-Max 8 mengangkut 189 orang, yang terdiri dari delapan awak pesawat dan 181 penumpang.
(jps/ugo)