Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu RI, Abhan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Bawaslu di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/12).
"Saat ini sudah beberapa laporan yang ditangani dari Bawaslu. Setidaknya ada 1.247 temuan dan laporan," ujar Abhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa jumlah temuan lebih tinggi dibandingkan laporan? Ini menunnjukkan memang kerja Bawaslu nyata. Bahwa kami jajaran Bawaslu melakukan pengawasan," kata Abhan.
Sementara itu, Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo mengatakan ada lima wilayah yang masyarakatnya banyak melaporkan dugaan pelanggaran pemilu, yakni Jawa Timur 57 laporan, Aceh 35 laporan, Sulawesi Utara 24 laporan, Banten 20 laporan, dan Sumatera Barat 20 laporan.
"Dari 331 laporan yang masuk, ada lima provinsi yang paling tinggi," ujarnya.
"Pelanggran kode etik 84 kasus atau sekitar 7 persen. Pelanggaran lainnya misalnya seperti yang dilakukan ASN (Aparatur Sipil Negara) 10 persen atau 125 kasus," kata Dewi.
Beberapa lainnya, lanjut Dewi, masih dalam penanganan dan juga ada yang sudah diputuskan bahwa tidak terbukti sebagai pelanggaran pemilu. (fhr/osc)