Perempuan asal Pulau Solor itu dibawa petugas Satpol PP bersama empat orang PSK lainnya ke Dinas Sosial Flores Timur.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise menyesalkan peristiwa terjaringnya PSK difabel itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia tidak menginginkan peristiwa seperti itu terulang kembali. Menurutnya, kesejahteraan dan perlindungan perempuan, anak, kaum difabel dan lanjut usia (lansia) menjadi perhatian pemerintah Indonesia.
"Kalau sampai masih terjadi kekerasan kepada kaum difabel, saya pikir ini sudah kejahatan sangat luar biasa sekali yang tidak bisa kita terima, tidak bisa ditoleransi," tuturnya.
Dikutip dari sejumlah media, perempuan difabel itu sempat berdialog dengan Wakil Bupati Flores Timur Agus Boli.
Agus Boli meminta kepada masyarakat Flores Timur jangan menghakimi, perempuan itu.
Masyarakat, diminta membantu perempuan itu agar tidak lagi terjun kembali ke dunia prostitusi.