Jokowi Nilai PKB Bisa Masuk Tiga Besar di Pemilu 2019

CNN Indonesia | Selasa, 18/12/2018 05:05 WIB
Jokowi Nilai PKB Bisa Masuk Tiga Besar di Pemilu 2019 Presiden petahana RI Joko Widodo akan bersaing dalam PIlpres 2019. Ia berpasangan dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin yang jadi cawapres pendampingnya. (CNN Indonesia/ Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berpendapat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bisa masuk tiga besar dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

"Saya melihat merasakan energi di acara ini kelihatan dan saya tahu kenapa elektabilitas PKB trennya selalu naik. Kalau ini dibiarkan terus feeling saya bisa masuk tiga besar," kata Jokowi saat menghadiri Haul ke-9 Gus Dur bersama PKB di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Senin (17/12).

Sontak pernyataan presiden petahana itu pun disambut riuh tepuk tangan dan sorakan ratusan kader PKB yang hadir di sana.


Dalam Pemilihan Umum 2014, Partai Kebangkitan Bangsa memperoleh 11.298.957 suara (9,04 persen). Angka itu mengantarkan PKB ke peringkat lima dari 10 partai peserta Pemilu.

Namun, Jokowi berguyon dengan menyatakan PKB bisa masuk tiga besar apabila partai lain hanya diam dan membiarkan.

"Kalau partai lain nyegat-nyegat enggak ngerti. Enggak ngerti," sambungnya sambil tertawa.

Menurutnya, berkampanye dengan metode langsung dari pintu ke pintu, menemui langsung masyarakat lebih efektif mendapatkan kepercayaan dan suara dibandingkan mengumpulkan massa di lapangan.

Jokowi mengatakan itu telah ia buktikan sendiri dalam tiga kontestasi demokrasi yang ia ikuti: Pilwalkot Solo, Pilgub DKI Jakarta, dan Pilpres 2014.

"Intinya semakin dekat dengan rakyat, semakin baik mendengar rakyat menyampaikan program telah kita kerjakan," ujar pria yang sebelum terjun ke politik dikenal sebagai pengusaha mebel.


Kiat PKB Bantu Jokowi

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tidak sependapat dengan rencana Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir, yang ingin lebih ofensif menyerang kubu Prabowo-Sandi. Menurutnya, hal itu tidak perlu dilakukan.

Jokowi Nilai PKB Bisa Masuk Tiga Besar di Pemilu 2019Muhaimin Iskandar. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Cak Imin juga menjabat sebagai Anggota Dewan Penasihat TKN bersama ketua umum parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf lainnya.

"Ya saya kira tidak perlu lah saling menyerang," kata Cak Imin.

Menurut Cak Imin, Jokowi sudah meminta kepada para caleg PKB agar mengutamakan misi pendekatan kepada masyarakat secara langsung. Misalnya, dengan tatap muka.

Menurutnya, langkah itulah yang perlu ditingkatkan dalam rangka mendongkrak elektabilitas Jokowi-Ma'ruf. Tidak melalui media massa atau media sosial, tetapi langsung ke rumah-rumah masyarakat.

"Apakah memungkinkan? Ya tim sukses dan tim lapangan harus dibentuk untuk mendekati masyarakat langsung," imbuh Cak Imin.

Sebelumnya, ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir menyebut bakal bekerja lebih ofensif. Dia berencana demikian lantaran banyak laporan dugaan pelanggaran pemilu yang dituduhkan kepada pihaknya. Erick memberi contoh soal tuduhan Jokowi antek PKI.

"Karena sudah diserang bahkan ada kampanye PKI segala, jadi mau tidak mau kami harus ofensif sekarang," ujar Erick di Hotel Acacia, Jakarta, Kamis (13/12).

Juru Bicara TKN Irma Suryani Chaniago mengatakan hal serupa. Dia menyebut TKN bakal menyerang masa lalu dari Prabowo dan Sandiaga.

Menurutnya, hal itu sebagai bentuk perubahan strategi TKN guna menangkal isu negatif yang menyerang Jokowi selama ini.

"Apa yang sudah dilakukan mereka di masa lalu kemudian akan dibawa di masa yang sekarang kita juga akan kapitalisasi itu," ujar Irma di Rumah Cemara, Jakarta, Jumat (14/12).

(bmw/kid)