Keluarga Penumpang Lion Air JT-610 Ikut Pencarian Lanjutan

CNN Indonesia | Jumat, 21/12/2018 18:55 WIB
Keluarga Penumpang Lion Air JT-610 Ikut Pencarian Lanjutan Maskapai Lion Air memfasilitasi sejumlah keluarga penumpang pesawat JT-610 untuk mengikuti proses pencarian lanjutan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keluarga penumpang Lion Air JT-610 registrasi PK-LQP berlayar ke tengah laut perairan Karawang, Jawa Barat mengecek proses pencarian lanjutan yang digelar Lion Air, Jumat (21/12). Hingga saat ini 64 dari 189 penumpang belum ditemukan dari pencarian beberapa pekan lalu oleh Basarnas.

Perwakilan keluarga penumpang, Anton Sahadi mengatakan sedikitnya ada sekitar 70 anggota keluarga penumpang yang melaut.

"Memang kami dari keluarga menuntut Lion Air untuk memfasilitasi, kami harus melihat langsung," kata Anton saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (21/12).



Kapal yang digunakan adalah KN SAR Karna milik Kantor SAR DKI Jakarta. Anton menyebut kapal ini merupakan fasilitas dari Lion Air yang telah disetujui Kepala Kantor SAR DKI Jakarta Hendra Sudirman.

Anton menjelaskan keluarga penumpang hanya melakukan pemantauan hari ini saja. Setidaknya mereka tahu bahwa MPV Everest yang disewa Lion Air dari perusahaan Belanda benar-benar beroperasi.

"Memastikan kapal canggih itu ke perairan Karawang. Kalau pencarian informasinya sepuluh hari," ucapnya.


Anton mengungkapkan pencarian lanjutan baru dilaksanakan hari ini. Padahal awalnya Lion Air menjanjikan pencarian dilakukan Senin (17/12). Lalu diundur ke Rabu (19/12) hingga diundur lagi dan terlaksana hari ini.

Juru Bicara Lion Air Danang Mandala mengonfirmasi fasilitas untuk keluarga memantau pencarian hari ini di perairan Karawang.

"Benar [ada fasilitas kapal untuk keluarga penumpang]. Melihat langsung ke lokasi," ucap Danang melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (21/12).


Namun Danang belum mau merinci informasi terkait waktu pencarian yang mengalami keterlambatan. "Bila nanti ada perkembangan, kami kabari ya," imbuhnya.

Sebelumnya, Lion Air memutuskan untuk menggelar pencarian lanjutan terhadap 64 penumpang yang ditemukan. Keputusan ini merupakan hasil pembicaraan dengan pihak keluarga penumpang.

Lion Air merogoh kocek Rp38 miliar untuk operasi yang digelar sepuluh hari ini. Jika ada temuan lainnya dalam pencarian lanjutan ini, maka Lion Air akan menyerahkannya ke Basarnas.

Pencarian ini merupakan lanjutan dari pencarian yang digelar Basarnas pada Senin (29/10) hingga Sabtu (10/11). Tim Disaster Victim Identitication (DVI) Polri yang melakukan identifikasi jenazah terhadap 666 potongan tubuh, menyatakan baru 125 penumpang teridentifikasi.


(dhf/ain)