Timses Prabowo Sebut Bocoran Pertanyaan Debat Pilpres Terbaik

CNN Indonesia | Selasa, 08/01/2019 04:23 WIB
Timses Prabowo Sebut Bocoran Pertanyaan Debat Pilpres Terbaik Wakil ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandi Priyo Budi Santoso menyatakan pemberian pertanyaan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden beberapa hari sebelum debat dilaksanakan adalah format terbaik saat ini. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandi Priyo Budi Santoso menyatakan pemberian pertanyaan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden beberapa hari sebelum debat dilaksanakan adalah format terbaik yang bisa diterapkan saat ini.

Diketahui, KPU bakal memberikan 10-20 pertanyaan sebelum debat dilaksanakan pada 17 Januari mendatang. Tema pertanyaan akan berkaitan dengan hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Format itu disepakati oleh kedua tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Hari ini, itu yang sementara terbaik yang bisa dilakukan," ujar Priyo di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Senin (7/1).


Priyo mengatakan format debat bisa saja diterapkan tanpa ada pertanyaan yang dikirim kepada pasangan calon terlebih dahulu. Dia menganggap pola tersebut sama dengan seperti yang diterapkan di Amerika Serikat.


Dalam format tersebut, moderator benar-benar bebas melontarkan pertanyaan kepada mereka yang tengah berkompetisi. Tidak ada kisi-kisi atau pertanyaan yang diberikan kepada pasangan calon terlebih dahulu.

Namun, kata Priyo, pola demikian hanya bisa dilaksanakan jika ada panelis serta moderator debat yang benar-benar hebat serta netral. Priyo tidak berani mengatakan hal itu bisa dilaksanakan dalam pilpres tahun ini.

"Kalau ada jaminan seperti itu, why not untuk ke depannya," ujar Priyo.

Priyo kemudian mengatakan alangkah baiknya jika semua pihak mengikuti saja format debat yang telah ditetapkan KPU dan disepakati bersama oleh masing-masing timses. Salah satunya yakni ketika pertanyaan diberikan beberapa hari sebelum debat dilaksanakan.


Hal Terpenting, kata Priyo, adalah bagaimana agar format yang diterapkan dapat benar benar menggali kompetensi dan kenegarawanan masing-masing paslon.
"Maka dalam bayangan saya, kita janganlah terlampau gusar terhadap pelaksanaan. Biar itu berlangsung," ujar Priyo. (bmw/agt)