Saat ini, kata Adi, Amien terlampau partisan dan memiliki resistensi politik yang cukup keras. Hal itu terlihat dari gaya dia dalam mengkonfrontasi lawan politik dan menanggapi segala isu-isu yang berkembang.
Amien terlampau sering mengomentari isu-isu dengan kepentingan politik elektoral. Dengan caranya itu, Amien terlihat selevel dengan juru bicara dan tim sukses, bukan politikus senior.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada Wasisto menyarankan agar Amien memainkan peran sebagai 'guru bangsa'. Dalam peran itu Amien mundur dari gelanggang politik praktis dan bisa menaungi semua kalangan. Kata Wasisto, dengan peran itu Amien bisa menyelamatkan nama agar masih terhormat di mata publik.
"Elektabilitas PAN sejak dulu memang berkat Pak Amien Rais bahkan beliau melampaui PAN sendiri," ujar Adi.
Menurut dia dengan hasil survei LSI Denny JA ini harusnya menjadi momentum bagi PAN untuk mengurangi ketergantungan kepada Amien Rais sebagai figur sentral. Menurut dia sudah saatnya PAN untuk mencari figur sentral selain Amien.
"Banyak figur yang bisa dikapitalisasi yang adaptasi dan penerimaan publiknya luar biasa dan itu tokoh muda, ada Drajad Wibowo, Zulkifli Hasan, tinggal itu saja, bahkan ada Faldo Maldini," kata Adi.
"Kelompok muda ini biarkanlah yang membuat partai ini bergerak tanpa harus bergantung pada salah satu figur," ucapnya menambahkan. (wis/gil)
Demonstrasi gerakan mahasiswa di Gedung DPR, 1998 silam. Amien Rais saat itu disebut sebagian kalangan sebagai Bapak Reformasi. (REUTERS)