ANALISIS

Mencla-mencle Amien Rais dan Melorotnya Pamor Tokoh Reformasi

Setyo Aji Harjanto, CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 18:20 WIB
Mundur Dari Politik Praktis Amien Rais disarankan mundur dari dunia politik praktis. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Mundur Dari Politik Praktis

Menurut Adi di usia Amien yang sudah menginjak 74 tahun ini sudah waktunya bagi dia mundur dari panggung politik praktis. Menurut dia Amien sudah tidak pantas berlaku partisan dengan pengalaman dan usianya tersebut.

Saat ini, kata Adi, Amien terlampau partisan dan memiliki resistensi politik yang cukup keras. Hal itu terlihat dari gaya dia dalam mengkonfrontasi lawan politik dan menanggapi segala isu-isu yang berkembang.

Amien terlampau sering mengomentari isu-isu dengan kepentingan politik elektoral. Dengan caranya itu, Amien terlihat selevel dengan juru bicara dan tim sukses, bukan politikus senior.


"Dia apa urusannya bilang Partai Allah Partai Setan itu urusannya jubir dan jurkam, Pak Amien cukup menarasikan yang sifatnya umum dengan pilihan isu yang untuk kepentingan bangsa. Jangan semua dikomentari," ujarnya.

Senada Wasisto menyarankan agar Amien memainkan peran sebagai 'guru bangsa'. Dalam peran itu Amien mundur dari gelanggang politik praktis dan bisa menaungi semua kalangan. Kata Wasisto, dengan peran itu Amien bisa menyelamatkan nama agar masih terhormat di mata publik.

"Ya harusnya beliau mundur dari panggung politik praktis. Itu adalah cara terbaik untuk menyelamatkan nama besar beliau," ucapnya.

Bagi PAN sendiri, Adi menilai sudah waktunya melepas ketergantungan pada ketokohan Amien. Sebab, selama masih bergantung pada ketokohan Amien, PAN akan ikut terpengaruh pada pamor Amien.

"Elektabilitas PAN sejak dulu memang berkat Pak Amien Rais bahkan beliau melampaui PAN sendiri," ujar Adi.

Menurut dia dengan hasil survei LSI Denny JA ini harusnya menjadi momentum bagi PAN untuk mengurangi ketergantungan kepada Amien Rais sebagai figur sentral. Menurut dia sudah saatnya PAN untuk mencari figur sentral selain Amien.

"Banyak figur yang bisa dikapitalisasi yang adaptasi dan penerimaan publiknya luar biasa dan itu tokoh muda, ada Drajad Wibowo, Zulkifli Hasan, tinggal itu saja, bahkan ada Faldo Maldini," kata Adi.

"Kelompok muda ini biarkanlah yang membuat partai ini bergerak tanpa harus bergantung pada salah satu figur," ucapnya menambahkan. (wis/gil)
HALAMAN :
1 2