"Itu urusan dalam negeri kita. Pemerintah kan punya kebijakan-kebijakan. Ada yang sifatnya penegakan hukum, ada juga yang kemanusiaan. Pak Jokowi sudah ambil langkah itu," ujar Ma'ruf saat ditemui usai acara deklarasi relawan di Cigugur Girang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (20/1).
Dari sejumlah pemberitaan, Perdana Menteri Australia Scott Morisson disebut menyampaikan keberatan terkait pembebasan Ba'asyir. Morisson mengaku telah berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia terkait sikap tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ma'ruf menilai Indonesia dan Australia memiliki kedaulatan masing-masing. Menurut dia, pemerintah Australia tak bisa mengintervensi putusan soal pembebasan Ba'asyir.
"Ya supaya jangan mengintervensi masing-masing negara," katanya.
Belakangan, Jokowi telah meminta pengacara Yusril Ihza Mahendra untuk membebaskan Ba'asyir dengan alasan kemanusiaan.
Ma'ruf mengatakan usia Ba'asyir memang terbilang sudah uzur sehingga mantan pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia itu mestinya memang segera dibebaskan.
"Memang saya bilang beliau sudah tua, sudah uzur kan seharusnya memang bisa dibebaskan," ucap Ma'ruf.