Tujuannya semata agar memancing gagasan autentik dari kedua paslon dan membuat debat makin menarik. Selain itu, ada pula usulan untuk menambah durasi debat dan meniadakan kertas sontekan.
Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, keputusan KPU itu justru akan membuat pasangan yang didukungnya lebih tajam dan kuat ketimbang menggunakan kisi-kisi dari KPU.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Jokowi dan Kyai Ma'ruf sangat siap dengan format yang tanpa ada kisi-kisi itu. Soal kisi-kisi itu kan yang mengusulkan dalam debat yang pertama kan bukan kami," kata dia.
Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
Selain itu, Karding meminta durasi waktu debat diperpanjang. Sebab, hasil evaluasi pihaknya, debat putaran pertama dirasa sangat sempit bagi debat capres-cawapres untuk mengutarakan gagasannya lebih komprehensif.
"Waktu terlalu sempit juga jadinya tergesa-gesa, pilihan katanya juga tidak kreatif gitu ya. Tapi kalau ada tambahan waktu untuk dialog itu akan lebih menarik," kata dia.
"Enggak usah lagi ada kisi-kisi dan juga kalau bisa di tempat podium itu tidak boleh ada kertas gitu jadi kertasnya kertas kosong saja yang disediakan KPU," ujarnya di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (21/1).
"Sehingga kita ingin melihat pemikiran yang otentik apa sih yang sebetulnya dipikirkan supaya rakyat bisa menilai dan bisa tahu ini loh program-programnnya, ini loh visi misinya bukan visi misi ataupun program yang dibuatkan oleh konsultan gitu loh," tutur Fadli.
Jokowi melihat catatan saat debat perdana Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Tidak boleh ada lagi dokumen apapun dibocorkan. Yang dibocorkan hanya tema debat, bahwa tema debat kedua adalah soal sumber daya alam energi pangan infrastruktur dan seterusnya, lingkungan hiup, itu saja yang dibocorin, yang lain itu tanpa teks tanpa kertas dua-duanya duduk disitu," ujarnya.
Fahri juga mengkritik waktu batas waktu dua menit yang diberikan untuk kedua paslon menjawab pertanyaan. Menurut dia batas waktu itu layaknya kuis cerdas cermat dan bukanlah debat pilpres.
"Ini milih pemimpin karena itu dia harus diberi kesempatan yang sebebas-bebasnya bahkan untuk berdialog saling potong saling konfirmasi misal dia bilang 'mohon maaf data anda salah, data yang benar ini-ini-ini' kan enak melihat pemimpin datang dengan keutuhan pikiran dan perasaannya," ia menambahkan.
Fahri mencontohkan waktu untuk debat yang ideal adalah 15 menit. Bahkan bisa diperpanjang lagi lima menit jika jawaban belum semuanya terucap.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
"Ini milih presiden kita pengen liat emosinya, nalarnya, daya ingatnya, kemampuannya untuk menjabarkan persoalan secara konseptual," tandas dia.
Sebelumnya, KPU memutuskan mengubah format debat dengan tak lagi memberikan kisi-kisi pertanyaan. Selain itu, KPU juga tak mempersoalkan contekan pada debat seperti buku atau catatan-catatan kecil.
(rzr/gst)
Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily. (
Jokowi melihat catatan saat debat perdana Pilpres 2019. (
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (