Emak-emak Sambut Ahok Bebas: 'Wellcome in Paradise'

CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 08:17 WIB
Emak-emak Sambut Ahok Bebas: 'Wellcome in Paradise' Emak-emak 'Wonder Nande' datang dini hari dari Cengkareng untuk menyambut Ahok bebas dari rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (24/1). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Depok, CNN Indonesia -- Para pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendatangi Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok jelang mantan Gubernur DKI Jakarta itu bebas pada Kamis (24/1). Mereka berasal dari beragam usia dan kalangan, termasuk dari para emak-emak yang menamakan diri Wonder Nande.

Wonder Nande yang digawangi Dewi Sembiring, Valentine Sembiring, dan Karina Aritonang ini rela jauh-jauh datang dari Cengkareng sejak Kamis dini hari.

Mereka datang dengan membawa spanduk bertuliskan dukungan moral terhadap Ahok. Mereka menulis 'Selamat datang di surga', tetapi dengan kalimat bahasa Inggris yang kurang tepat. Alih-alih menulis 'Welcome to Paradise', Dewi dkk menulis 'Wellcome in Paradise'.


Tulisan lengkap dalam spanduk itu berbunyi 'Tidak Ada Pejuang yang Tidak Terluka: Wellcome in Paradise Ahok'. Di bawah spanduk itu tertulis 'With Love Wonder Nande'.

"Saya mau bilang dia (Ahok) tetap ada di surga di Indonesia, apapun yang terjadi. Selamat datang kembali, Pak Ahok," kata Dewi saat ditemui di kawasan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis pagi.

"Ya, bahasa Inggrisnya agak salah, namanya juga bahasa Inggris ibu-ibu dapur," ucap Dewi sembari tertawa.

Emak-emak Sambut Ahok Bebas: 'Wellcome in Paradise'Suasana pengamanan detik-detik Ahok bebas dari rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Kamis (24/1). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Dewi dkk bertolak dari Cengkareng menggunakan taksi online sejak pukul 04.00 WIB. Mereka datang pagi buta agar tak melewatkan momen bertemu atau sekadar melihat idolanya, Ahok.

Dewi menyampaikan mereka sudah berencana datang sejak mendengar Ahok akan bebas. Bahkan mereka sudah mempersiapkan spanduk tersebut sejak Desember 2018.

Selain spanduk, mereka juga menyiapkan kain khas Karo untuk diberikan pada mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Ini Uwis Karo Bekabuluh, kita mau kasih ke Pak Ahok. Tapi kayaknya enggak bisa ketemu, belum ada informasi juga," ucapnya.

Dewi berharap Ahok segera kembali ke dunia politik dan pemerintahan Indonesia. Pasalnya, kata dia, Ahok adalah sosok tegas yang dibutuhkan Indonesia.

"Jadi apa ya, presiden sudah enggak bisa. Ketua KPK kali ya, kan harus orang berani," tutur Dewi.

Ahok dijadwalkan bebas setelah menjalani masa hukuman dua tahun di Rutan Mako Brimob, Depok. Ia mendapat total remisi tiga bulan lima belas hari.

Ahok divonis bersalah dalam kasus penodaan agama. Kasus Ahok dipicu oleh pidatonya di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 2016 lalu, yang mengutip surat Al Maidah ayat 51. (dhf/wis)