Bachtiar Nasir Sebut 'Musang Berbulu Serban' di Pemilu 2019

CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 21:52 WIB
Bachtiar Nasir Sebut 'Musang Berbulu Serban' di Pemilu 2019 Mantan ketua GNPF-Ulama, Bachtiar Nasir meminta masyarakat tidak tertipu dengan pemimpin yang mendadak saleh. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Gerakan Nasional Pembela Fatwa-Ulama (GNPF-Ulama) Bachtiar Nasir mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak memilih pemimpin yang mendadak saleh jelang Pemilu 2019.

Hal ini disampaikan Bachtiar lantaran fenomena kelompok Islam yang kerap jadi sasaran empuk politisi untuk menggaet suara jelang pemilu.

"Hari gini banyak musang berbulu serban yang akhirnya umat islam yang akan dirugikan," kata Bachtiar di Jakarta, Selasa (29/1).



Bachtiar berpendapat jumlah umat Islam yang terbilang besar di Indonesia merupakan potensi lumbung suara. Para politisi berlomba-lomba memakai atribut Islam untuk memenangkan suara pemilu. Hal seperti ini, kata Bachtiar, harus dilihat jeli oleh masyarakat.

"Kalau yang sudah biasa salat dhuha dan cerita salat dhuha enggak masalah. Kalau yang sudah biasa ke masjid salat subuh, Jumatan bareng-bareng, enggak masalah," kata Bachtiar.

"Yang jadi masalah belakangan ini mendadak tiba-tiba pakai sorban. Cerita tentang kesalehannya tiba-tiba kok jadi nyumbang masjid yang tadi hura-hura dugem. Umat harus tahu enggak ada yang gratis," lucap dia.


Pentolan Aksi Bela Islam ini pun mengingatkan agar masyarakat tak memilih pemimpin yang berubah sedemikian rupa demi suara politik. Dia juga menganjurkan agar masyarakat tidak golput pada Pemilu 2019.

"Kalau perlu umat tolak yang beginian. Umat harus berani menolak. Umat Islam jangan jadi pemanis atau pendorong mobil mogok," ujarnya.

Bachtiar mengatakan imbauan ini bukan berdasarkan kepentingan politis. Dia dan para pemuka agama lainnya hanya tak ingin masyarakat Indonesia dan sesama saudara Muslim terpecah belah akibat pemilu.

"Kami bicara tentu atas kami enggak punya partai, tidak punya caleg dan kami tidak punya kepentingan apa-apa. Kami juga mengajak umat Islam memelihara persatuan dan persaudaraan atas dasar sesama muslim dan bangsa," tutur dia.

(ctr/pmg)