Dirut PLN Akui Sempat Marah pada Penyuap Idrus Marham

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 04:38 WIB
Dirut PLN Akui Sempat Marah pada Penyuap Idrus Marham Dirut PLN Sofyan basir mengaku sempat memarahi penyuap Idrus Marham, Johannes Kotjo. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengaku sempat memarahi bos Blackgold Natural Resoursces Limited Johannes Budisutrisno Kotjo di depan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Pasalnya, kinerja China Huadian Engineering Company Limited (CHEC), salah satu perusahaan yang menggarap proyek PLTU Mulut Tambang Riau-1, saat itu dianggap tak beres. CHEC sendiri dibawa oleh Kotjo untuk menggarap proyek itu.

"Saya bilang ke Pak Kotjo tolong selesaikan dulu [proyek] Riau-1. Mimpi aja jangan, saya minta fokus dulu," ujar Sofyan saat menjadi untuk terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-1 Idrus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (12/2).


Sofyan mengatakan peristiwa itu terjadi ketika dirinya tengah melakukan pertemuan dengan Idrus, Kotjo, dan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Suasana pun sempat 'memanas' saat itu.

"Pak Idrus kemudian minta Kotjo dan Eni keluar. Setelah itu saya bilang ke Pak Idrus, 'mereka kan tamu saya'. Tapi kata Pak Idrus, 'biarin aja, enggak usah, di luar aja'. Begitu," katanya.

Dalam perkara ini, Idrus didakwa menerima suap sebesar Rp2,25 miliar dari Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd.

Suap itu diberikan Kotjo untuk mendapatkan proyek PLTU Riau-1 antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) dengan Blackgold dan CHEC.

Kotjo sendiri telah divonis 4,5 tahun penjara di tingkat banding. Sementara Eni telah dituntut delapan tahun penjara oleh jaksa penuntut umum.

(psp/arh)