Penangkapan Romi Dinilai Bakal Bikin TKN Jokowi-Ma'ruf Repot

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 16/03/2019 05:24 WIB
Penangkapan Romi Dinilai Bakal Bikin TKN Jokowi-Ma'ruf Repot Ketua Umum PPP Romahurmuziy saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Jumat (15/3). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terseretnya nama politikus PPP Romahurmuziy dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai akan melemahkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Koalisi Jokowi-Ma'ruf akan kehilangan fokus dan melemah karena kegaduhan internal dan tertangkapnya Ketum PPP," ujar pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago di Jakarta, Jumat (15/3).

Diketahui, Romi merupakan salah satu petinggi partai pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.


Tak hanya melemah, TKN, kata Pangi, akan dibuat sibuk dan fokus pada kasus yang mendera Romi. Pasalnya, TKN harus bekerja keras untuk menjaga dan mempertahankan elektabilitas pasangan calon yang diusungnya.


"Harus kita akui bahwa ini akan berimbas pada figur Pak Jokowi sendiri. Yang kedua soal isu sentimen, soal mengelola emosi publik," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini.

Tak hanya berdampak pada koalisi, sebagai ketua umum, kasus Romi akan membuat PPP sibuk pada pemulihan nama baik partai. Tak mustahil akan kembali muncul konflik berpepanjang di internal partai.

"Belum nanti pengaruhnya pada mesin partai dan pemenangan Pak Jokowi di Pilpres 2019," kata Pangi.

Betapa tidak, peranan partai begitu penting dalam pemenangan kontestasi pilpres. Jika mesin partai mati, lanjut Pangi, maka kemenangan dalam pilpres jadi hal yang mustahil dicapai.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy dibawa tiba di gedung KPK setelah sebelumnya tertangkap dalam operasi tangkap tangan (ott) terkait dugaan korupsi jual jabatan di kementrian agama. jakarta, jumat, 15 maret 2019. Ketua Umum PPP Romahurmuziy tiba di gedung KPK, Jakarta, setelah sebelumnya tertangkap dalam OTT terkait dugaan korupsi jual jabatan di Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (15/3). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Anggota Majelis Tinggi PPP Hasrul Azwar tak khawatir elektabilitas partainya akan merosot usai insiden OTT KPK. Dia yakin penangkapan Romi tidak akan memengaruhi elektabilitas partai.

Keyakinan Hasrul itu muncul lantaran PPP dinilai sudah teruji dan memiliki pengalaman politik yang panjang dalam kontestasi pemilu di Indonesia.

Saat diprediksi tak bakal lolos ke parlemen pada Pemilu 2014 lalu lantaran ketum partai saat itu, Suryadharma Ali tersandung kasus korupsi haji, PPP justru melenggang ke Senayan dengan perolehan 6,53 persen suara.

"Jadi apa yang menimpa ketua umum hari ini, saya yakini tidak akan memengaruhi elektabilitas," kata Hasrul.


Ditangkapnya Romi oleh KPK juga diyakini tak bakal memengaruhi elektabilitas Jokowi-Ma'ruf. Kasus tersebut justru dinilai bakal memberi kesan positif untuk pasangan calon nomor urut 01 itu.

"Mengenai elektabilitas, justru kami lihat ini membuat publik makin percaya kepada Pak Jokowi. Bahwa Pak Jokowi tidak ada [melakukan] intervensi hukum," ujar Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Ma'ruf, Arya Sinulingga, Jumat (15/3).

Sebagaimana diketahui, KPK meringkus Romi dalam sebuah OTT di Sidoardjo, Jawa Timur, Jumat (15/3). KPK menyebut, OTT tersebut dilakukan berkaitan dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama.

Saat ini, Romi telah tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

[Gambas:Video CNN] (tst/asr)