Gerindra Respons PSI: Debat Antarparpol Kurang Bermanfaat

CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 18:16 WIB
Gerindra Respons PSI: Debat Antarparpol Kurang Bermanfaat Wakil ketua umum DPP Gerindra Ferry Juliantono menanggapi dingin usulan PSI untuk KPU menggelar debat antarparpol jelang Pemilu 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono menanggapi usul yang digulirkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mendambakan debat antarpartai politik (parpol) jelang Pemilu 2019. Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya menggelar debat calon presiden (capres) dan cawapres jelang Pemilu 17 April mendatang.

Ferry menganggap usul debat antarparpol yang diusulkan PSI tidak memberi banyak manfaat.

"Kita enggak ada waktu bikin acara baru dan juga kami rasa kurang ada manfaatnya debat parpol. Sekarang waktunya rakyat yang menilai dan kita lihat tanggal 17 april nanti," tutur Ferry saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (26/3).


Menurut Ferry, PSI sudah terlambat jika baru mengusulkan kepada KPU untuk menghelat debat parpol. Ferry mengingatkan hari pemungutan suara Pemilu 2019 hanya tinggal tiga pekan. Terlebih, kata Ferry, perhelatan debat yang resmi dan wajib dilaksanakan KPU adalah debat capres-cawapres, bukan debat antarparpol.

"KPU kan masih ada dua debat capres lagi sementara waktu untuk menghadapi pilpres dan pileg tinggal 20an hari lagi," tutur Ferry.


Ferry mengatakan Gerindra tengah fokus menyiapkan diri menghadapi debat capres-cawapres yang tersisa dua kali lagi. Dengan demikian, Gerindra menolak jika KPU menggelar debat antarparpol peserta Pemilu 2019.

"Kita sedang konsentrasi untuk menghadapi itu (debat capres-cawapres). Mungkin problematika dan tantangan yang dihadapi PSI berbeda dengan Gerindra," kata Ferry.

Partai Demokrat telah lebih dulu merespons usulan PSI tersebut. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Andi Arief menganggap KPU tidak perlu mengadakan debat dan melibatkan seluruh parpol peserta Pemilu 2019.

Gerindra Respons PSI: Debat Antarparpol Kurang BermanfaatAndi Arief. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Menurutnya, KPU hanya perlu mengadakan debat parpol yang memiliki elektabilitas di atas dua persen menurut survei Litbang Kompas. Merujuk dari hasil survei Litbang Kompas, parpol yang memiliki elektabilitas di bawah 1 persen antara lain PKPI, Garuda, Hanura, PBB, dan PSI.

Meski begitu, Andi mengatakan partainya siap jika PSI ingin berdebat. Andi menyebut Demokrat bakal mengirim Ketua DPP Jansen Sitindaon untuk berdebat segala topik di kantor DPP PDI selama 7 hari 7 malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PSI Grace Natalie menilai perlu ada debat antarparpol peserta Pemilu 2019. Menurutnya, masyarakat masih sangat kurang mendapat informasi mengenai parpol yang berkontestasi di Pileg.


Gerindra Respons PSI: Debat Antarparpol Kurang BermanfaatKetua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

"Agar publik bisa menilai kualitas dari partai yang akan mereka dukung. Bagi kami, debat ini penting untuk memastikan kualitas DPR mendatang tidak lebih buruk," tutur Grace di Medan, Sumatera Utara pekan lalu.

Juru Bicara PSI Azmi Abubakar kemudian mendatangi kantor KPU untuk memberikan usul tersebut secara langsung kepada komisioner. Sejauh ini, KPU masih membahas usul tersebut.

"Nanti saya sampaikan dalam rapat pleno. Saya tidak bisa janjikan akan dijalankan kapan. Nanti kita bahas dulu," tutur Arief di kantor KPU. Jumat (15/3).


[Gambas:Video CNN] (bmw/ain)