Lewat MRT, Anies Ajak Warga Sadar Jakarta Ibu Kota ASEAN

CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 02:27 WIB
Lewat MRT, Anies Ajak Warga Sadar Jakarta Ibu Kota ASEAN Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Sekretaris Jenderal Asean Lim Jock Hoi dan Wamenlu AM Fachir melakukan peresmian perubahan nama Stasiun Sisingamangaraja menjadi Stasiun ASEAN, Jakarta, Rabu (10/4). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin warga sadar bahwa Jakarta adalah ibu kota kelompok negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN lewat penamaan stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) ASEAN. Hal ini juga disebut memiliki nilai ekonomi.

Pernyataan itu dikatakannya saat meresmikan secara simbolis perubahan nama Stasiun Sisingamangaraja menjadi Stasiun ASEAN.

"Jakarta adalah ibukota ASEAN dan kita ingin agar semua masyarakat di Jakarta memiliki kesadaran bahwa kita ini adalah ibukota ASEAN dan begitu banyak pertemuan-pertemuan kerjasama Asia Tenggara yang punya potensi untuk diselenggarakan di Jakarta," kata Anies, di area peron stasiun, Jakarta, Rabu (10/4).


Pada kesempatan itu, hadir pula Sekretaris Jenderal ASEAN Dato Lim Jock Hoi, Wakil Menteri Luar Negeri RI Abdurrahman Mochammad Fachir, serta perwakilan tetap negara-negara ASEAN.

Anies juga berharap dengan penamaan stasiun ini menguatkan komitmen Indonesia untuk berperan regional serta menjadi tuan rumah yang baik bagi masyarakat Asia Tenggara.

MRT disebut sebagai alat pemersatu.MRT disebut sebagai alat pemersatu. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
"Ada 1.600 pertemuan di Asia Tenggara. Tadi disebutkan 300 [ajang] diselenggarakan di Jakarta. Nah, kita di Jakarta adalah tuan rumah dan harapannya dengan nama ini kita menjadi sadar atas peran yang kita miliki," ujar Anies.

Di tempat yang sama, Fachir mengatakan persemian nama ini untuk menampilkan profil Jakarta sebagai Ibukota Asean.

"Kita dalam proses finalisasi dalam Asean yang baru yang akan memberikan fasilitas yang banyak lagi untuk para legalasi untuk melakukan pertemuan-pertemua di Jakarta," ucap Fachri.

Kemudian, Fachri mengatakan selain menampilkan profil penamaan ini juga memiliki nilai ekonomi tersendiri. Ia mengaku senang dengan adanya MRT ini nantinya para delegasi disarankan untuk menaiki MRT.

"Kita senang dengan adanya MRT ini para legalasi disarankan yang tinggal di hotel sepanjang jalan MRT ini akan menaiki MRT untuk ke pertemuan Asean," ujar Fachri.

Lebih lanjut, Fachri menjelaskan bahwa Asean adalah komunitas yang saling memberikan manfaat karena itu kita sebut sebagai perasaan bersama.

Lewat MRT, Anies Ajak Warga Sadar Jakarta Ibu Kota ASEANFoto: CNNIndonesia/Fajrian
"Ketika kita menjadi masyarakat Asean dan kita diuntungkan karena kita menjadi ibukota Asean," Jelas Fachri.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengatakan bahwa MRT bukan hanya sebagai alat pemindahan warga, namun harus menjadi alat pemersatu bagi seluruh jajaran pemerintah maupun masyarakat.

"Kedudukan apapun posisinya sama transportasi lain ada kelas kalo di transportasi ini enggak ada kelas, sama semua," kata Anies saat memberikan sambutan di Musrenbang 2019, di Balai Kota, Jakarta, Rabu (10/4).

Anies juga mengatakan selain menjadi alat pemersatu. MRT ini juga menjadikan tempat belajar bagi masyarakat agar menjadi masyakarat yang modern.

"Bagaimana kita belajar sebagai masyarakat modern, apa masyarakat modern itu? Yaitu terencana. Jadi jamnya, menit hitungannya, kemudian tertib, efisien, efektif dan beradab. Beradab artinya ada adab yang dijunjung tinggi," jelasnya.

[Gambas:Video CNN] (sas/arh)