"Sekarang kita menunggu keputusan dari Menteri PUPR apakah permintaan DKI dipenuhi, karena dengan begitu nanti kita bisa mengelola semua kolong tol, bisa dipakai untuk taman, ruang kegiatan, macem-macem," jelas Anies, di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (10/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita punya banyak berbagai macam contoh-contoh dimana itu bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat dari kegiatan seni budaya sampai kegiatan-kegiatan komersial itu bisa dilakukan di kolong itu," kata Anies.
"Bukan hanya Pluit, seluruh kolong tol di Jakarta. Kolong tol sekarang ini tidak terkelola karena bukan milik kita. Yang mengelola sekarang suruh tanggung jawab," tegasnya.
Sebelumnya, kebakaran besar terjadi di kolong tol Pluit-Jembatan Tiga, Jakarta, Sabtu (30/3). Ratusan lapak hunian disebut hangus karenanya. Jalur jalan tol pun ditutup.
"Jadi saya menulis surat kepada Menteri PUPR meminta kepada PUPR serahkan pada kami, kami punya orangnya, kami punya datanya, nanti kami kelola dengan baik. Jadi kalau ada masalah di kolong tol jangan tanya ke kita," tutupnya.
Sebelumnya, Anies berencana menata seluruh kolong flyover atau jalan layang di ibu kota menjadi ruang publik secara bertahap.
[Gambas:Video CNN] (sas/arh)