Survei Charta Politika: Jokowi 55,7 Persen, Prabowo 38,8

CNN Indonesia | Sabtu, 13/04/2019 12:28 WIB
Survei Charta Politika: Jokowi 55,7 Persen, Prabowo 38,8 Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan saat mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu, 30 Maret 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil survei lembaga Charta Politika masih menempatkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 ini sebesar 55,7 persen. Sementara pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 38,8 persen. Responden yang belum menentukan pilihan sebanyak 5,5 persen.

Survei dilakukan pada periode 5 hingga 10 April 2019.

"Pada pengujian tingkat elektabilitas pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi-Ma'ruf dipilih oleh 55,7 persen mengungguli Prabowo-Sandi 38,8 persen," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya saat memparkan hasil survei di kantornya, Jakarta Selatan pada Sabtu (13/4).

Dilihat dari sisi tren, dia menjelaskan, elektabilitas dua pasangan capres dan cawapres mengalami kenaikan antara 1 sampai 3 persen dari hasil survei sebelumnya. 

Pada survei Charta Politika yang dilakukan periode 1 hingga 9 Maret 2019, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di angka 53,5 persen, sedangkan Prabowo-Sandi elektabilitasnya di angka 37,5 persen.

Yunarto juga menyampaikan tingkat kemantapan pilihan masyarakat terhadap pasangan capres dan cawapres dalam survei terakhir ini sudah tergolong tinggi yakni sebesar 84,2 persen. 

Menurut dia, pemilih Jokowi-Ma'ruf yang menyatakan sudah mantap berada di angka 88,4 persen dan yang masih mungkin berubah pilihan di angka 5,7 persen.

Sementara, pemilih Prabowo-Sandi yang menyatakan pilihannya sudah mantap berada di angka 87,8 persen dan yang masih mungkin berubah pilihannya di angka 6,7 persen.

"Strong voters di kedua pasangan kandidat sudah sangat tinggi, berada di atas 85 persen," ujar Yunarto.

Dia menambahkan, prediksi hasil akhir pada 17 April mendatang dilakukan dengan melakukan analisa logit regression dan ekstrapolasi. 

Menurut dia, dinamisasi masih mungkin terjadi di sisa waktu tujuh hari setelah survei dilakukan. Namun, bila tidak terjadi peristiwa besar sampai 17 April, Yunarto berkata, Jokowi-Ma'ruf akan keluar sebagai pemenang Pilpres 2019.

Survei Charta Politika ini melibatkan sebanyak 2.000 responsen dari seluruh provinsi di Indonesia. Margin of error survei sebesar 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sementara itu, metode yang digunakan dalam survei ini adalah metode acak bertingkat atau multistage random sampling.

Hasil survei Charta Politika ini berbeda dari survei terakhir yang dirilis lembaga lain yakni  Voxpol Centre Research and Consulting. Voxpol menyebut selisih suara dua pasangan calon ini hanya 5,5 persen.

Voxpol merilis elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 48,8 persen sedangkan Prabowo-Sandi sebesar 43,3 persen. 

Pun berbeda dengan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 5 hingga 8 April 2019 yang menempatkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 56,8 persen, sementara Prabowo-Sandi sebesar37 persen. Responden yang belum menentukan pilihan dalam survei terakhir SMRC sebanyak 6,3 persen.
[Gambas:Video CNN]


(mts/dea)