KPU Papua Tunda Pencoblosan di Semua TPS Distrik Abepura

CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 14:56 WIB
KPU Papua Tunda Pencoblosan di Semua TPS Distrik Abepura Warga mengamati daftar calon anggota legislatif pada Pemilu 2019 di TPS Kampung Wahno, Distrik Abepura, Jayapura, Papua, Selasa (17/4). (ANTARA FOTO/Gusti Tanati)
Jayapura, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Theodorus Kossay mengatakan tahapan pencoblosan di Pemilu 2019 ditunda sehari di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Distrik Abepura, Jayapura, yang mencapai lebih dari 300 TPS dan di tiga kelurahan di Distrik Jayapura Selatan (Japsel).

Menurutnya, penundaan itu berdasarkan rapat koordinasi pihaknya dengan Bawaslu Provinsi Papua, KPU Kota Jayapura, Bawaslu Kota Jayapura, dan pihak Polres Jayapura, Rabu (17/4).


Dalam rapat itu Bawaslu memberikan rekomendasi agar menunda waktu pencoblosan hingga esok hari. Pasalnya, waktu pencoblosan yang diatur dimulai pada 07.00-13.00. Sementara, pengiriman kekurangan surat suara dan logistik pemilu lainnya butuh waktu.


"Sisa waktu dua jam (sebelum penutupan), itu tidak efektif. Belum harus distribusi logistik ke TPS-TPS. Ini makan waktu, sampai TPS juga harus itung lagi," tutur dia, di Jayapura, Rabu (17/4).

Theodorus pun menyepakati hal itu. "Khusus di distrik Abepura seluruh TPS ada 300 lebih, Distrik Japsel 3 kelurahan. Teman-teman sedang diventarisir. Lima kelurahan (di Japsel) sudah (gelar pemilu), tiganya belum. Akan disusul dengan Distrik Abepura," tutur dia.

Petugas membawa kotak suara ketika melakukan pendistribusian logistik Pemilu 2019 di Kampung Kayu Pulo, Jayapura, Papua, Selasa (16/4).Petugas membawa kotak suara ketika melakukan pendistribusian logistik Pemilu 2019 di Kampung Kayu Pulo, Jayapura, Papua, Selasa (16/4). (ANTARA FOTO/Gusti Tanati)

Namun, dikutip dari situs KPU, jumlah keseluruhan TPS di Abepura hanya mencapai 124 unit. Jumlah pemilihnya mencapai 57.921 orang. Rinciannya, 31.438 laki-laki dan 26.484 perempuan.

Soal penyebab keterlambatan, Theodorus menduga itu akibat kekurangan tenaga pelipat surat suara dan keterlambatan datangnya surat suara dari percetakan.

"Dari tempat percetakan ke KPU Kota Jayapura, sistem atau mekanisme kerja sortir pelipatan [surat suara], ini juga barangkali waktunya terlalu mepet menyebabkan mengalami penundaan," dalihnya.


Menurutnya, keterlambatan logistik ini tak diperkirakan sebelumnya. Sebab, laporan yang diterima dari pihak KPU Kota menyebut persoalan logistik aman.

"Ini di luar dugaan, laporan ke kawan-kawan itu kota aman," ucapnya.

Theodorus pun menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang disebutnya sudah berbondong-bondong ke TPS sejak pagi.

Gubernur Papua Lucas Enembe gagal mencoblos akibat keterlambatan logistik suara.Gubernur Papua Lucas Enembe gagal mencoblos akibat keterlambatan logistik TPS. (CNN Indonesia)
"KPU Kota Jayapura dan KPU Provinsi menyampaikan permohonan maap [karena] hari ini masyarakat tidak bisa menyalurkan hak suaranya, jadi kita susul besok," tutup dia.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe, yang mencoblos di TPS 043 Kelurahan Argapura Distrik Jayapura Selatan, mengatakan logistik di hampir semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Distrik Jayapura Selatan belum sampai.

[Gambas:Video CNN] (alb/arh)