Ciliwung Meluap, 52 RT di Jaktim dan Jaksel Kebanjiran

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 08:41 WIB
Ciliwung Meluap, 52 RT di Jaktim dan Jaksel Kebanjiran Ilustrasi banjir Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hujan yang turun di wilayah Bogor dan sekitarnya Kamis malam (25/4) membuat Sungai Ciliwung meluap dan menggenangi sejumlah wilayah di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pagi ini, Jumat (26/4).

Mengutip informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, setidaknya 52 Rukun Tetangga di 9 kelurahan yang tergenang banjir dengan ketinggian air kisaran 20-170 sentimeter tersebut.

Di Jakarta Selatan ada 16 RT di delapan RW, lima kelurahan, dan tiga kecamatan yang tergenang air. Tingginya genangan air itu membuat 23 kepala keluarga yang terdiri atas 92 jiwa harus mengungsi.


"Terdapat 92 jiwa pengungsi akibat banjir di kelurahan Pengadegan. Saat ini lokasi pengungsi berada di Rusun Pengadegan," demikian keterangan dari BPBD DKI Jakarta, per pukul 06.00 WIB.


Sementara itu di Jakarta Timur banjir menggenangi wilayah 36 RT yang berada di sembilan RW, empat kelurahan, dan dua kecamatan. Tak ada pengungsi yang tercatat dalam data BPBD DKI di wilayah tersebut.

Wilayah-wilayah yang tergenang air berdasarkan data BPBD DKI per pukul 07.00 WIB itu antara lain RW 07 Kelurahan Lenteng Agung, RW 01 Srengseng Sawah, RW 01 Pengadegan, RW 07 Rawajati, RW 05-06-07-08 Pejaten Timur dengan ketinggian banjir rata-rata 20-170 cm (Jakarta Selatan).

Kemudian RW 02-05-08 Cawang, RW 05 Balekambang, RW 04-05-08 Kampung Melayu, RW 07 dan 11 Bidara Cina dengan ketinggian banjir rata-rata 20-100 cm (Jakarta Timur).



"Dinas Sumber Daya Air melalui satgas SDA Kecamatan melakukan penanganan banjir di lokasi dengan penyedotan menggunakan pompa dibantu oleh PPSU Kelurahan, serta menyiapkan sebanyak 133 unit pompa mobile dan 465 unit pompa stasioner yang tersebar di 164 lokasi," dikutip dari situs BPBD DKI Jakarta.

Banjir di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur itu terjadi akibat hujan yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya hingga membuat kenaikan status siaga Bendung Katulampa jadi Siaga I pada pukul 20.30 WIB, Kamis (25/4).

Tingginya air dari dataran tinggi itu kemudian sampai di Pintu Air Depok dan membuatnya menjadi Siaga I pada pukul 00.43 WIB, Jumat (26/4).

Sementara itu data terbaru, per pukul 07.00 WIB hari ini, ketinggian air di Bendung Katulampa telah turun menjadi Siaga 4. Kemudian di Pintu Air Depok dan Pintu Air Manggarai Siaga 3.



(kid/dea)