Aksi di Medan, Ketua GNPF Sumut Akui Akan Diperiksa Polisi

CNN Indonesia | Sabtu, 25/05/2019 09:25 WIB
Aksi di Medan, Ketua GNPF Sumut Akui Akan Diperiksa Polisi Sejumlah peserta unjuk rasa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Sumut ketika menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumut, Medan, Jumat (24/5). (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) Sumatera Utara Heriansyah mengaku akan diperiksa di Mapolda Sumatera Utara, usai aksi di depan Gedung DPRD provinsi tersebut. Soal pemeriksaan itu disampaikan Heriansyah kepada massa yang melakukan aksi di depan Gedung DPRD, Jumat (24/5) lalu.

"Hari Senin (27/5) saya dipanggil, saya harap saudara-sauadara semuanya mau mengawal saya," katanya kepada massa aksi seperti dilansir dari Antara.

Setelah mendengarkan orasi dari Heriansyah, masing-masing pengunjuk rasa mulai membubarkan diri dari lokasi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut tersebut.


Belum ada konfirmasi dari Polda Sumut mengenai pemeriksaan Heriansyah tersebut.


Sebelumnya massa aksi dari Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumatera. Aksi itu dilakukan untuk menolak hasil rekapitulasi penghitungan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Aksi itu sempat berlangsung ricuh, namun setelah massa aksi melakukan negosiasi dengan pihak TNI-Polri beserta perwakilan dari DPRD Sumut, massa aksi mulai membubarkan diri.

Negosiasi itu berlangsung antara Ketua Presidium Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat dan relawan 02 Rabualam Syahputra bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, Dandim 0201/BS Kolonel (Inf) Yuda Rismansyah, dan Sekwan DPRD Sumut Erwin Lubis. Hasil negosiasi tersebut menyatakan bahwa delegasi GNKR Sumut dan elemen mahasiswa akan diterima di Mapolda Sumut rencananya hari ini, Sabtu (27/5).

Sebelum bubar, Ketua GNPF Ulama Sumut Heriansyah, mengimbau apabila pada perjalanan pulang ada orang-orang yang melakukan penyerangan atau pemprovokasian, diharapkan massa aksi tidak terpengaruh.

"Saya ingin kita pulang malam ini, kita istirahat dulu. Besok [Sabtu] ba'da Zuhur kita ke markas besar seragam cokelat, " ujarnya.

Sementara itu, saat berdialog dengan massa aksi sebelum unjuk rasa berakhir, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto menyatakan kepolisian bertanggung jawab atas keamanan dan kondusivitas ibu kota provinsi Sumut tersebut.

"Saya Kapolrestabes Medan, saya menjaga tempat ini jauh hari sejak kita dari KPU. Hari ini saya jaga dengan segala upaya dan keringat untuk menjaga adik-adik supaya tidak ada satupun korban di sini. Karena saya cinta kepada adik-adik semua," katanya disambut teriakan takbir oleh masa aksi.

(Antara/kid)