DPP Demokrat Disebut Segera Bahas AHY Ganti SBY Jadi Ketum

CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 14:38 WIB
DPP Demokrat Disebut Segera Bahas AHY Ganti SBY Jadi Ketum Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat Agus Hermanto. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat akan segera membahas keinginan para senior partai tersebut yang mengusulkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggantikan ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai ketua umum.

Agus Hermanto menerangkan usulan yang disampaikan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua bersama sejumlah kader senior lainnya dalam kelompok Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) itu merupakan keinginan untuk memperbaiki partai tersebut.

"Tentunya seperti itu [DPP bahas usul AHY gantikan SBY], karena kemarin baru suatu penyampaian ide dan sebagainya. Pastinya, DPP akan melaksanakan rapatnya, akan melaksanakan fungsi-fungsinya, dan tentunya pasti ditanggapi," kata Agus kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan pada Jumat (14/6).


Meskipun begitu, kata Agus, belum tentu mengabulkan keinginan para senior yang tergabung dalam kelompok GMPPD. Ia mengatakan respons DPP atas usulan Max Sopacua dkk itu bisa dalam bentuk keputusan lain.

"Dalam hal ini, ditanggapi tidak harus seperti apa yang diminta, bisa saja yang lain. Tetapi, semuanya pasti apa yang disampaikan kader pasti akan ditanggapi oleh DPP," ujar politikus Demokrat yang juga menjabat Wakil Ketua DPR tersebut.


Terkait permintaan para senior agar pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) dilakukan setidaknya pada September mendatang, Agus menyatakan itu pun bakal dibahas di tingkat DPP.

"Semua yang disampaikan ini tentunya baru, sehingga semuanya harus dibahas secara komprehensif oleh DPP sehingga kita tidak bisa rasa-rasa atau tidak bisa kira-kira. Semuanya harus diberikan kepastian," kata Agus Hermanto.

Sebelumnya, pada Kamis (13/6), Max bersama sejumlah kader senior yang tergabung dalam GMPPD menilai AHY adalah figur potensial yang dapat menjadi ketua umum selanjutnya menggantikan sang ayah, SBY.

Mereka juga menganggap AHY sebagai satu-satunya tokoh yang dapat dicalonkan pada Pilpres 2024.

"Kalau Kongres Luar Biasa kita tidak susah-susah. Pak SBY tinggal minta AHY melanjutkan memimpin partai ini. Tidak ada masalah," kata Max di kawasan Cikini, Jakarta Pusat kala itu.

Andai AHY menjadi Ketum, Max dkk pun mengaku tidak cemas dengan anggapan Demokrat adalah partai milik keluarga SBY. Menurut dia, anggapan itu akan sirna dengan sendirinya andai seluruh kader memang menginginkan AHY menjadi ketum melalui KLB.

(mts/kid)