Demokrat Yogyakarta Desak DPP Tindak Tegas Max Sopacua Cs

CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 17:46 WIB
Demokrat Yogyakarta Desak DPP Tindak Tegas Max Sopacua Cs Sejumlah kader senior Demokrat mendirikan GMPPD. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat DI Yogyakarta mendesak Dewan Pimpinan Pusat agar menindak tegas Max Sopacua dan kader senior lainnya. Menurut mereka, tidak seharusnya permasalahan internal diungkapkan ke publik.

Diketahui, Max Sopacua dan kader senior membentuk Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD). Mereka merasa ada pembenahan organisasi, karena menilai Wasekjen Andi Arief, Wasekjen Rachlan Nashidik, dan Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Ferdinand Hutahaean kerap melontarkan pernyataan provokatif.

"Meminta dan mendesak kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat untuk menindak tegas sesuai dengan peraturan organisasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam GMPPD dimaksud, antara lain kepada Max Sopacua, Ahmad Mubarok, dan Ahmad Yahya," tutur Ketua DPD Demokrat Yogyakarta Heri Sebayang melalui pernyataan sikap yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (14/6).


Heri menilai sikap kader senior yang tergabung dalam GMPPD jauh dari kepatutan. Dia menganggap permasalahan antarkader tidak perlu diungkapkan ke publik melalui pers.

"Karena permasalahan internal dapat diselesaikan secara internal sesuai dengan peraturan organisasi partai Demokrat," kata Heri.

Terlebih, lanjut Heri, Partai Demokrat masih dalam suasana berkabung atas meninggalnya Ani Yudhoyono. Duka keluarga Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah duka keluarga besar Demokrat dan masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, Heri mengatakan tidak sepatutnya permasalahan internal dibawa ke hadapan pers, sehingga menjadi konsumsi dan pembicaraan publik.

Sebelumnya, sejumlah kader senior Demokrat membentuk Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD). Mereka yang tergabung antara lain Max Sopacua, Ahmad Mubarok, Ahmad Yahya, Ishak dan beberapa tokoh lainnya.

Mereka merasa Demokrat tidak berada pada posisi seharusnya. GMPPD menganggap ada sejumlah pengurus yang bersikap tak santun melalui pernyataannya.

Pengurus yang dipersoalkan GMPPD adalah Wasekjen Andi Arief, Wasekjen Rachlan Nashidik dan Ketua Bidang Hukum dan advokasi Ferdinand Hutahaean . GMPPD menuding mereka bertiga sebagai salah satu faktor penurunan perolehan suara Demokrat di Pemilu 2019.

"Saudara Ferdinand Hutahaean, Rachlan Nashidik dan Andi Arief kerap melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan marwah, karakter dan jati diri Partai Demokrat sehingga melahirkan inkonsistensi dan kegaduhan," tutur para kader senio melalui siaran pers yang dibacakan di bilangan Cikini, Jakarta, Kamis (13/6).

"Kepada yang bersangkutan diwajibkan menyampaikan permohonan maaf dan tidak mengulanginya lagi," ucap para kader senior.

GMPPD menganggap perlu ada pembenahan organisasi di internal Demokrat. Hal itu bisa direalisasikan melalui Kongres Luar Biasa (KLB). GMPPD mendorong agar DPP melaksanakan KLB pada September mendatang.

[Gambas:Video CNN] (bmw/osc)