SBY Fokus Garap Buku Ani Yudhoyono, Demokrat Takkan Gelar KLB

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 20:23 WIB
SBY Fokus Garap Buku Ani Yudhoyono, Demokrat Takkan Gelar KLB Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan dan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan memastikan partainya tidak akan menggelar kongres luar biasa (KLB), sebagaimana usulan para kader senior partai yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Demokrat tengah fokus mendukung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menulis sebuah buku tentang perjuangan mendiang istrinya Kristiani Herawati alias Ani Yudhoyono melawan penyakit kanker darah.

"Catatan tentang empat bulan di Singapura yang mudah-mudahan ini selesai. Beliau [SBY] menulis buku itu, jadi tidak ada perbincangan poitik apapun apalagi soal KLB tadi," kata Hinca di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (20/6).
Menurutnya, SBY akan menulis semua isi buku berdasarkan pengalaman pribadi dan masukan dari orang-orang sekitar atau saudara.


Hinca berkata, buku tentang Ani yang ditulis SBY itu akan terbit pada 30 Juli 2019.

"Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar. [Pada] 30 Juli, Pak SBY bisa melepas buku Ibu Ani," ucap Hinca.

Selain buku, lanjutnya, SBY juga sedang menyiapkan sebuah lagu untuk mendiang istrinya. Menurut dia, pembuatan lagu itu tengah berproses dengan bantuan dari musisi Erdian Aji Prihantoro atau yang populer dengan nama Anji.

"Satu lagu sedang disiapkan dan dibantu oleh Anji dan beberapa waktu lalu sudah ketemu dan sekarang lagi proses gitu," katanya.

Lebih jauh, Hinca memastikan Demokrat tidak akan menyelenggarakan KLB. Dia menegaskan, Demokrat akan mengikuti agenda kongres yang telah dijadwalkan yakni berlangsung pada Mei 2020.
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua bersama sejumlah kader senior yang tergabung dalam GMPPD menilai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah figur potensial yang dapat menjadi ketua umum selanjutnya menggantikan sang ayah, SBY.

Mereka juga menganggap AHY sebagai satu-satunya tokoh yang dapat dicalonkan pada Pilpres 2024. Mereka pun mendesak agar Demokrat menggelar KLB.

"Kalau KLB kita tidak susah-susah. Pak SBY tinggal minta AHY melanjutkan memimpin partai ini. Tidak ada masalah," kata Max.
[Gambas:Video CNN] (mts/ugo)