"Klien saya AY bukan pengelola, akan tetapi hanya melanjutkan gambar-gambar atau video yang dia dapatkan dari medsos, utamanya Instagram dan YouTube," kata Damai dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (29/6)
Damai juga menolak narasi yang menyebut bahwa AY, dalam aktivitasnya diidentikkan dengan ormas Front Pembela Islam. Menurutnya, tudingan tersebut jauh panggang dari api.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan penyidik Sub Direktorat Dua unit III Dittipidsiber Bareskrim menangkap pengelola sejumlah akun media sosial yang dinilai menyebarkan berita bohong atau hoaks dan bernada kebencian bernuansa SARA.
Tersangka berinisial AY itu disebut polisi simpatisan sebuah organisasi masyarakat.
Kepala Subdirektorat II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri Komisaris Besar Rickynaldo mengatakan penangkapan AY (32) dilakukan pada Selasa (25/6) di Kelurahan Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor.
AY diketahui sebagai pemilik akun atau admin sekaligus kreator dan modifikator dengan aplikasi. Dia memiliki akun di media sosial Instagram dengan nama wb.official.id dan officialwhitebaret serta akun YouTube Muslim Cyber Army.