PAN Tentukan Sikap Rencana Merapat ke Jokowi Lewat Rakernas

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 05:55 WIB
PAN Tentukan Sikap Rencana Merapat ke Jokowi Lewat Rakernas Foto: CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Amanat Nasional (PAN) memastikan akan segera menggelar Rapat Kerja Nasional (rakernas) untuk membahas beberapa isu terkait arah dan posisi partai setelah proses Pileg dan Pilpres 2019 selesai. Salah satunya soal kepastian merapat ke Joko Widodo-Ma'ruf Amin atau tidak.

Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno menyebut kemungkinan rakernas akan digelar akhir bulan Juli atau paling lambat awal Agustus. Namun dia belum mau merinci kapan tanggal pasti rakernas itu digelar.

"Rakernas saya pikir nggak lama lagi akhir bulan ini atau paling tidak di awal Agustus. Belum ada tanggal pasti," kata Eddy ditemui di DPP PAN, Jalan Daksa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/7).


Dia menyebut semua sikap partai terkait koalisi atau oposisi selama lima tahun ke depan akan dibahas secara formal dalam rakernas tersebut. Hasilnya pun akan disampaikan langsung oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

"Saya kira kalau kita bicara sikap PAN ke depannya ya nanti segala sesuatu akan diformalisasi melalui rakernas," kata Eddy.

Meski begitu, Eddy memastikan PAN akan selalu mendukung semua program pemerintahan Jokowi-Ma'ruf selama program-program itu pro rakyat dan demi kemajuan Indonesia.

"Sudah disampaikan ketua umum bahwa kita dukung presiden dan wakil presiden terpilih, kita dukung program pemerintah sepanjang itu pro rakyat dan pro pertumbuhan ekonomi pasti kita dukung," kata dia.

Namun dukungan itu bukan berarti menyetujui semua program yang digelontorkan Jokowi-Ma'ruf. Pihaknya tentu akan menyampaikan ketidaksetujuan jika ada program yang melenceng atau tidak sesuai dengan kepentingan rakyat.

"Tapi ya kalau ada hal yang masih belum pas perlu kita luruskan ya kita sampaikan itu secara konstruktif secara kritis secara beretika. Itu komitmen PAN dari awal dan itu sudah disampaikan oleh Pak Ketum," katanya.

Terkait pernyataan Amien Rais yang menolak sama sekali PAN bergabung dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf di periode mendatang, Eddy enggan berkomentar. Alasannya karena dia mengaku tak mendengar langsung pernyataan tersebut.

"Ya kembali saya belum dengar apa yang disampaikan Pak Amien jadi saya tidak berani menanggapi, tetapi kembali lagi ya DPP dalam hal ini dipimpin oleh ketum nanti akan menyampaikan secara formal ke depan seperti apa," kata dia.

"Tapi saya kira oposisi atau (gabung) pemerintah dua-duanya sangat terhormat. Jadi masalah oposisi atau bergabung ya soal itu kita ada dimana saja, tapi yang paling penting rakyat itu merasakan manfaat keberadaan kita," kata dia.

[Gambas:Video CNN] (tst/osc)