Pihak Novel Duga Tim Teknis Polri Ulur Waktu Ungkap Kasus

CNN Indonesia | Kamis, 18/07/2019 09:49 WIB
Kapolri menyikapi rekomendasi TPF Novel Baswedan dengan membentuk tim teknis. Pembentukan tim ini dinilai hanya untuk mengulur waktu pengungkapan kasus. Kadiv Humas Polri Irjen M. Iqbal bersama tim gabungan pencari fakta kasus Novel Baswedan saat menyampaikan hasil kerja tim di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/7). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kuasa hukum Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa menilai pembentukan tim teknis dari kepolisian hanya membuat penyelidikan kasus teror air keras berbelit-belit. Pembentukan tim itu justru makin mengulur waktu untuk mengusut pelaku penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah menyikapi rekomendasi pembentukan tim teknis oleh Tim Pencari Fakta kasus air keras. Tito menugaskan Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Idham Azis untuk memimpin tim teknis itu.


"Jadi berbelit-belit, jadi kebanyakan tim, dan kita perlu menduga ini jadi semakin mengulur-ulur waktu," ujar Alghiffari di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/7).


Alghiffari mengatakan kasus ini akan sulit terungkap bila polisi terus mengulur waktu dengan membentuk tim teknis. Pasalnya, tim semacam ini sudah sering dibentuk oleh pihak kepolisian, bahkan sejak beberapa bulan Novel diserang.

"Kemarin Polres sudah ada, Polda sudah ada, kemudian sudah satgas, apa lagi? Sudah dua tahun, sudah 800 hari lebih, kasihan juga kan orang meminta keadilan," kata Alghiffari.

Pihak Novel Duga Tim Teknis Polri Ulur Waktu Ungkap KasusNovel Baswedan mengalami teror penyiraman air keras pada 11 April 2017. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Lebih lanjut, Alghiffari mengaku pesimistis dengan tim yang dipimpin oleh Idham Azis ini. Pasalnya, Idham pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan turut menangani kasus Novel. Namun, sampai tugasnya sebagai Kapolda Metro Jaya selesai, pelaku penyerangan terhadap Novel tak juga terungkap.


"Kita meragukan, bukan kredibilitas, kita meragukan tim ini akan bisa (mengusut karena 2 tahun tuh orangnya sama (Idham Azis) itu-itu juga," kata Alghiffari.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen M. Iqbal menyatakan tim teknis itu akan dipimpin Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Idham Azis.

"Tim ini akan bekerja sangat profesional, tim teknis akan segera dibentuk yang diketuai Kabareskrim," ujar Iqbal dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/7).

Dalam tim tersebut, kata Iqbal, juga akan dilibatkan petugas dari Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Hal tersebut, katanya, menunjukkan betapa seriusnya kesulitan untuk mengungkap peristiwa teror penyiraman air keras kepada Novel yang dilakukan pada 11 April 2017 tersebut.


[Gambas:Video CNN] (sah/pmg)