Gubernur Duga Karhutla di Sumsel Bukan Ulah Manusia

CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 23:45 WIB
Gubernur Duga Karhutla di Sumsel Bukan Ulah Manusia Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut lahan yang terbakar di wilayahnya tak dimanfaatkan jadi perkebunan. (ANTARA FOTO/Budi Haryanto)
Palembang, CNN Indonesia -- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meyakini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya bukan ulah manusia. Pihaknya pun menerjunkan tim peneliti untuk menyelidikinya.

Hal ini dikatakannya terkait pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Doni Monardo bahwa 99 persen penyebab karhutla adalah ulah manusia.

"Dari 99 persen [karhutla] yang dikatakan Kepala BNPB, kan ada sisanya [1 persen]. Itu pun belum pasti benar 99 persen, bisa 90 persen atau di bawah itu karena belum ada penelitiannya," ujar Herman, Rabu (14/8).


"Sisanya ini (1 persen) yang sedang kita teliti siapa [penyebabnya]. Jangan-jangan [karhutla] di Sumsel ini penyebabnya yang [persentase] sisa, bukan akibat manusia itu," imbuhnya.

Saat ini, pihaknya menginstruksikan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumsel untuk melakukan penelitian terkait penyebab karhutla yang bukan ulah manusia. Pihaknya memberi waktu penelitian hingga akhir musim kemarau tahun ini.

"Misal kejadian alam karena kilat, karena gesekan ranting, atau mungkin ada proses alam lain. Ini yang lagi kita teliti. Sabar, tunggu hasilnya," ujar dia.

Dirinya menyebutkan karhutla yang disebabkan oleh ulah manusia akan masuk akal apabila motif dari pembakaran adalah untuk membuka lahan atau untuk memproduktifkan lahan.

Namun, kebakaran yang terjadi di Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, beberapa waktu lalu, yang menghanguskan lahan hingga 139 hektare sudah terjadi setiap tahunnya.

Lahan bekas terbakar itu, kata Herman, tidak ditanami dengan tanaman pertanian atau perkebunan dan malah kembali menjadi lahan penuh semak belukar yang tidak dikelola.

"Artinya kalau ada peran manusia dalam kebakaran itu, itu manusia iseng, bukan membakar untuk membuat lahan jadi produktif. Di Sumsel ini titik apinya berulang, di lokasi itu lagi, itu lagi. Makanya kita turunkan tim Litbang sejak seminggu lalu untuk selidiki. Bukan cari tersangka, tapi penyelidikan penyebab api," ujar dia.

Namun, dirinya menjamin akan menyerahkan kasus ke kepolisian apabila ada wilayah perkebunan di Sumsel yang juga ikut terbakar.

"Kalau kebakaran di kebun sawit, itu tanggung jawab pemilik atau perusahaannya, merugikan diri sendiri. Artinya ada kelalaian. Kalau merugikan orang lain, asap sudah menyebar, bisa berurusan dengan polisi," kata dia.

[Gambas:Video CNN] (idz/arh)