Karding menyebut Jokowi tentu mempertimbangkan secara matang sosok menteri dalam kabinet selanjutnya tersebut.
"Kami dukung semua keputusan Pak Jokowi, karena tentu, sekali lagi pertimbangannya sangat matang, apalagi memang itu hak prerogatif," kata Karding saat dikonfirmasi, Kamis (15/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua pihak hanya memberi masukan, tidak boleh memaksakan diri. Memaksakan kehendak, mendukung saja," ujarnya.
"Apalagi beliau ini sudah memiliki pengalaman kerja lima tahun, itu artinya beliau memahami secara persis dan detail kebutuhan tim kabinet seperti apa. Tentu untuk mengoperasionalkan visi misi beliau," tuturnya.
Lebih lanjut, menurut Karding, yang paling penting menteri dari kalangan parpol maupun nonparpol semua wajib profesional dalam menjalankan tugasnya. Ia menyatakan profesional itu harus bekerja dengan ukuran dan target yang jelas serta prosedur yang tepat.
" Itu yang disebut profesional, sehingga saya meyakini bahwa kriteria yang sering diomongkan oleh Pak Jokowi, cepat, eksekutor, manajerial, kepemimpinan, itu akan terwujud atau terepresentasi dari kabinet yang akan datang," tuturnya.
"Soal PKB, terus terang saya belum mendapat informasi, siapa atau berapa," ujarnya.
Jokowi sebelumnya menyebut susunan kabinet selanjutnya sudah final. Ia menyatakan porsi untuk menteri dari kalangan profesional adalah 55 persen, sedangkan kalangan parpol 45 persen.
Jokowi menyebut nama-nama menteri pun telah disampaikan kepada ketua umum partai politik pengusungnya di Pilpres 2019. "Partai sudah diberitahu nama-nama anggota kabinet," katanya.
Lebih lanjut mantan gubernur DKI Jakarta itu mengatakan susunan kabinet di periode mendatang diharapkan mampu mencapai target yang ditentukan Jokowi.
Ia menginginkan para menteri itu dapat bekerja cepat secara fokus dan terukur. Jika tak memenuhi target, Jokowi tak segan untuk melakukan reshuffle.
"Kabinet yang diharapkan adalah yang bisa kerja cepat, fokus, terukur. Kalau enggak berhasil ya di-reshuffle," ucap Jokowi.
[Gambas:Video CNN] (fra/ugo)