PKB: Kami Dukung Keputusan Jokowi soal Kabinet

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 06:32 WIB
PKB: Kami Dukung Keputusan Jokowi soal Kabinet Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengajak semua pihak mendukung keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penyusunan kabinet periode 2019-2024.

Karding menyebut Jokowi tentu mempertimbangkan secara matang sosok menteri dalam kabinet selanjutnya tersebut.

"Kami dukung semua keputusan Pak Jokowi, karena tentu, sekali lagi pertimbangannya sangat matang, apalagi memang itu hak prerogatif," kata Karding saat dikonfirmasi, Kamis (15/8).


Karding menyatakan partai politik pendukung dalam Pilpres 2019, termasuk PKB, hanya memberikan masukan ketika presiden terpilih itu menyusun kabinet.
Menurutnya, semua pihak tak boleh memaksakan kehendak dalam penyusunan kabinet periode kedua Jokowi.

"Semua pihak hanya memberi masukan, tidak boleh memaksakan diri. Memaksakan kehendak, mendukung saja," ujarnya.

Karding menyebut porsi kabinet yang disebut bakal lebih banyak diisi kalangan profesional ketimbang partai politik juga sebenarnya sudah disampaikan Jokowi dari jauh-jauh hari. Ia mengatakan Jokowi hanya ingin mempertegas kembali soal komposisi tersebut.

"Apalagi beliau ini sudah memiliki pengalaman kerja  lima tahun, itu artinya beliau memahami secara persis dan detail kebutuhan tim kabinet seperti apa. Tentu untuk mengoperasionalkan visi misi beliau," tuturnya.

Lebih lanjut, menurut Karding, yang paling penting menteri dari kalangan parpol maupun nonparpol semua wajib profesional dalam menjalankan tugasnya. Ia menyatakan profesional itu harus bekerja dengan ukuran dan target yang jelas serta prosedur yang tepat.

" Itu yang disebut profesional, sehingga saya meyakini bahwa kriteria yang sering diomongkan oleh Pak Jokowi, cepat, eksekutor, manajerial, kepemimpinan, itu  akan terwujud atau terepresentasi dari kabinet yang akan datang," tuturnya.
Namun, Karding mengklaim belum mendapat informasi siapa saja kader PKB yang dipilih menjadi menteri di kabinet periode kedua Jokowi.

"Soal PKB, terus terang saya belum mendapat informasi, siapa atau berapa," ujarnya.

Jokowi sebelumnya menyebut susunan kabinet selanjutnya sudah final. Ia menyatakan porsi untuk menteri dari kalangan profesional adalah 55 persen, sedangkan kalangan parpol 45 persen. 

Jokowi menyebut nama-nama menteri pun telah disampaikan kepada ketua umum partai politik pengusungnya di Pilpres 2019. "Partai sudah diberitahu nama-nama anggota kabinet," katanya.

Lebih lanjut mantan gubernur DKI Jakarta itu mengatakan susunan kabinet di periode mendatang diharapkan mampu mencapai target yang ditentukan Jokowi.

Ia menginginkan para menteri itu dapat bekerja cepat secara fokus dan terukur.  Jika tak memenuhi target, Jokowi tak segan untuk melakukan reshuffle. 

"Kabinet yang diharapkan adalah yang bisa kerja cepat, fokus, terukur. Kalau enggak berhasil ya di-reshuffle," ucap Jokowi.
[Gambas:Video CNN] (fra/ugo)