NasDem: Jaksa Agung Harus Sosok Profesional, Bukan Parpol

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 18:23 WIB
NasDem: Jaksa Agung Harus Sosok Profesional, Bukan Parpol Sekjen NasDem Johnny G. Plate berharap posisi jaksa agung di kabinet Jokowi-Ma'ruf mendatang tak diisi oleh kader partai, tapi dari kalangan profesional. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G. Plate mengatakan pihaknya berharap posisi jaksa agung di kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mendatang tak diisi oleh kader partai.

Hal ini mengamini pernyataan Jokowi yang sebelumnya menyebut jabatan jaksa agung akan diisi oleh kalangan profesional.

Ia mengatakan posisi nomor satu di Korps Adhyaksa itu seharusnya diisi oleh sosok yang berlatar belakang profesional ketimbang berasal dari partai politik.


"Memang itu harapannya Nasdem, jaksa agung itu orang profesional yang tidak dari parpol," kata Johnny kepada wartawan di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/8).


Lebih lanjut, Johnny lantas bercerita bahwa jaksa agung saat ini M. Prasetyo pada awalnya berasal dari keluarga besar Kejaksaan Agung. Akan tetapi, kata dia, Prasetyo memilih bergabung ke NasDem untuk meniti karier politiknya berikutnya.

Saat ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Jaksa Agung lima tahun silam, Johnny menegaskan Prasetyo sudah menanggalkan atributnya sebagai kader NasDem. Ia mengatakan Prasetyo lebih memilih untuk mengabdi di Kejaksaan Agung.

"Sehingga saat ini dia [M. Prasetyo] adalah Jaksa Agung nonparpol," kata dia.


Melihat hal itu, Johnny memberikan saran kepada Jokowi agar memilih Jaksa Agung yang berasal dari profesional. Indikator profesional itu, kata dia, bisa berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di internal Kejaksaan atau dari pihak luar yang memiliki kapasitas memadai untuk memimpin Kejaksaan Agung.

"Demikian juga berikutnya, kalau bisa Jaksa Agung yang profesional dari non-parpol bisa berasal dari keluarga besar Adhyaksa aktif apakah yaitu ASN," kata dia.

"Juga kemungkinan dari profesional yang bukan parpol sama sekali tapi punya kemampuan memadai dan mengetahui lingkungan Adhyaksa atau Kejaksaan Agung di Indonesia. Sekali lagi siapa orangnya, kita tunggu lah," ujar Johnny.

Johnny menyatakan NasDem tak ingin berandai-andai bila Jokowi kembali menunjuk kader NasDem untuk mengisi kursi Jaksa Agung. "Tanyakan pada Pak Jokowi itu," kata dia.


[Gambas:Video CNN] (rzr/pmg)