Pengajuan PK itu sebelumnya diajukan oleh pemerintah. Pada putusan pengadilan tingkat pertama yakni di PN Jakarta Pusat, pemerintah diwajibkan membayar ganti rugi sebesar Rp3,9 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan eksekusi pemberian ganti rugi nantinya akan diserahkan pada pemerintah. Pihaknya tidak memerintahkan dan tidak membuat peraturan soal pemberian ganti rugi itu akan dilakukan.
Gedung MA, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Menurutnya juga, masyarakat meminta agar pengadilan memberikan peringatan kepada pemerintah untuk menjalankan konstitusi.
"Jadi jangan diartikan kemudian pemerintah diperintah, tapi pemerintah berkewajiban untuk membangun kembali kerusakan yang terjadi," jelasnya.
"Kalau toh dikabulkan sebenarnya buktinya apa? Kan juga tidak ada," ungkap dia.
Terkait tenggat waktu pemberian ganti rugi itu, Abdullah mengatakan pihak MA tidak memberikan batasan apapun.
Ilustrasi pengadilan. (Istockphoto/Wavebreakmedia) |
"Kita nanti cek dulu secara administrasi," ucap dia.
Sebelumnya gugatan masyarakat terhadal perkara kerusuhan di Maluku itu diajukan pada 2011. Gugatan itu menyebut 10 pihak termasuk Presiden RI harus mengganti rugi atas terjadi kerusuhan tersebut.
[Gambas:Video CNN] (ani/arh)
Gedung MA, Jakarta. (
Ilustrasi pengadilan. (