Akibat pelemparan batu itu, seorang pengunjung mal berinisial RS mengalami luka di bagian kepala.
Edco menuturkan tersangka TO selaku manager on duty Mal Pluit Village ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap telah membiarkan korban dan tidak memberikan pertolongan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gedung Polda Metro Jaya. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Dijelaskan Edco, insiden pelemparan batu itu terjadi pada 16 Februari 2019 lalu sekitar pukul 13.00 WIB di Mal Pluit Kelapa Village. Saat itu, korban RS dan rekannya tengah melihat-lihat pameran mobil Wulling di lantai dasar mal tersebut.
Ketika korban tengah berbincang-bincang, RS kaget saat merasakan hantaman benda keras yang mengenai kepala korban di kening sebelah kiri.
Selanjutnya, darah keluar dari kening korban yang terkena lemparan batu itu. Pihak keamanan mal kemudian diinformasikan tentang kejadian itu.
Namun, setelah 20 menit tidak ada tindakan apapun dari pihak keamanan dengan alasan menunggu pihak manajemen. Korban kembali menunggu sekitar 20 menit untuk di ruangan tersebut karena tidak ada petugas kesehatan. Pihak manajemen dan housekeeping sempat menaruh obat luka namun tidak dipergunakan korban.
Ilustrasi perban. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi) |
"Namun mereka petugas dari mal mengajukan banyak pertanyaan menanyakan kronologis tanpa ada keputusan untuk mengantar saksi korban ke Rumah Sakit," tutur TO.
Akhirnya, atas inisiatif rekannya, korban dibawa ke RS Pluit menggunakan taksi dan akhirnya dirawat inap. Setelahnya, manajemen mal datang dan menawarkan penggantian biaya transportasi.
Selain itu, pihak manajemen hotel yang tidak segera memberikan pertolongan kepada korban juga merupakan suatu bentuk kelalaian.
"Merupakan suatu kelalaian yang berakibat fatal bagi pengunjung mal, sepenuhnya hal tersebut merupakan tanggung jawab dari pengelola mal," kats Edco.
Ilustrasi pelemparan batu. (Dokumentasi Polres Serang Kabupaten) |
"Tersangka L masih dilakukan test kejiwaan dan kedua tersangka kooperatif dalam laksanakan proses penyidikan," ujarnya.
(dis/arh)
Gedung Polda Metro Jaya. (
Ilustrasi perban. (
Ilustrasi pelemparan batu. (