Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan tim bakal mengecek standard operational procedure (SOP) saat mengawal aksi.
Dua tim yang dikirim yakni Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri yang dipimpin oleh Brigjen Hendro Pandowo dan Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) yang dipimpin oleh Brigjen Dedi Gabril. Selain itu Wakapolri Komjen Ari Dono juga bertolak ke Kendari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iqbal mengatakan penyelidikan masih dilakukan hingga saat ini. Belum diketahui siapa yang melakukan penembakan di Kendari.
"Apabila pelakunya nanti terbukti secara scientific aparat, kita akan proses hukum, kita akan proses pidana sesuai mekanisme. Kita akan tindak tegas," tuturnya.
Iqbal mengatakan Kepolisian tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam melakukan penyelidikan. Hal itu dilakukan karena sebenarnya anggota hanya boleh membawa pentung, helm, dan tameng dalam mengawal aksi unjuk rasa.
"Tapi kita harus kedepankan asas praduga tak bersalah, kita tidak ragu apakah ada pihak ketiga yang ingin menciptakan martir untuk memicu gelombang kerusuhan yang lebih besar," ucapnya.
Aksi unjuk rasa mahasiswa di Kendari berujung bentrok dengan aparat kepolisian (ANTARA FOTO/Jojon) |
"Percayakan kepada kami, kepada tim investigasi gabungan untuk melakukan penyelidikan secara scientific," tuturnya.
Diketahui aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sultra di Kendara berujung rusuh. Dua mahasiswa tewas.
Randi dan Yusuf merupakan mahasiswa Halu Oleo yang mengikuti aksi mahasiswa di Kendari menolak pengesahan RKUHP dan RUU bermasalah lain.
Randi, yang tengah berada di tengah massa aksi di samping Gedung DPRD Sultra, tiba-tiba terjatuh. Ia langsung dilarikan rekan-rekannya ke Rumah Sakit Korem yang dekat dengan lokasi kejadian.
Namun dalam perjalanan, nyawa korban tak bisa diselamatkan. Dari RS Korem, jenazah Randi dibawa ke RSUD Abunawas.
Berdasarkan hasil autopsi, Randi diketahui tewas tertembak. Namun belum diketahui apakah peluru tajam atau peluru tumpul. Begitu juga Yusuf Kardawi, yang kena tembak di bagian kepala.
[Gambas:Video CNN] (gst/asa)
Aksi unjuk rasa mahasiswa di Kendari berujung bentrok dengan aparat kepolisian (ANTARA FOTO/Jojon)