Bamsoet Terpilih Jadi Ketua MPR Periode 2019-2024

CNN Indonesia | Kamis, 03/10/2019 21:33 WIB
Bambang Soesatyo terpilih sebagai Ketua MPR periode 2019-2024, usai sebelumnya lima tahun menjabat Ketua DPR di periode sebelumnya. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari Partai Golkar Bambang Soesatyo. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo terpilih sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024 dalam rapat paripurna, Kamis (3/10). Bamsoet, sapaan akrabnya, terpilih usai mengalahkan kandidat kuat dari Partai Gerindra, Ahmad Muzani.

Terpilihnya Bamsoet disepakati setelah  Fraksi Partai Gerindra di MPR sepakat mengusungnya menjadi Ketua MPR periode 2019-2024.

"Kami Gerindra sudah sepakat usung Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR periode 2019-2024," kata Ketua Fraksi Gerindra di MPR Riza Patria dalam Rapat Paripurna MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (3/10).


Riza sebelumnya mengakui bahwa Gerindra sejak awal mengusulkan agar Ahmad Muzani dapat menjadi Ketua MPR.

Namun, demi kepentingan yang lebih besar, persatuan, dan kesatuan maka Gerindra mengedepankan musyawarah mufakat.

Dia berkata, keputusan itu juga berdasarkan hasil konsultasi antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Hasil konsultasi Prabowo dengan Megawati maka Prabowo dan Megawati sepakat untuk kepentingan lebih besar kami sepakat jaga MPR dalam forum musyawarah dalam memutuskan kebijakan penting," katanya.

Mendengar pernyataan Gerindra, pimpinan sementara Abdul Wahab Dalimunthe kemudian menanyakan kepada seluruh anggota MPR tentang kesepakatan untuk memilih Bamsoet.

"Dengan persetujuan Gerindra yang terakhir, secara musyawarah mufakat dan aklamasi saudara Bambang Soesatyo terpilih sebagai ketua MPR. Setuju?," tanya Abdul Wahab.

"Setuju," jawab anggota yang hadir.

Bamsoet ditemani sembilan wakil ketua MPR lainnya yang terlebih dulu. Mereka diantaranya Ahmad Basarah dari Fraksi PDIP, Ahmad Muzani dari Gerindra, Lestari Moerdijat dari Nasdem, Jazilul Fawaid dari PKB. Lalu, Syarief Hasan dari Demokrat, Hidayat Nur Wahid dari PKS, Zulkifli Hasan dari PAN, Arsul Sani dari PPP dan Fadel Muhammad dari Kelompok DPD.

Paripurna penetapan Ketua MPR sedianya digelar pada Rabu (2/10). Hanya saja, paripurna urung digelar karena unsur DPD belum bersepakat mengusung calon. Belakangan, pada Rabu (2/10) malam, DPD mengusung Fadel Muhammad.

Fadel Muhammad melengkapi pimpinan lainnya seperti PDI Perjuangan yang mengajukan Ahmad Basarah, NasDem mengajukan Lestari Moerdijat (Rerie), PKB mengusung Jazilul Fawaid, Demokrat mengajukan Syarief Hasan, serta PKS yang sejak awal sepakat mengusung Hidayat Nur Wahid.
Sementara itu PAN kembali menyodorkan nama Zulkifli Hasan, dan PPP mengusung Arsul Sani.

Bamsoet diketahui diusung Partai Golkar. Nama Wakorbid pratama Partai Golkar itu muncul dalam dalam rapat pengurus partai yang dipimpin Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Bersamaan dengan kesepakatan mengusung Bamsoet ke MPR, Golkar juga menetapkan untuk mengusung Azis Syamsuddin sebagai Wakil Ketua DPR periode 2019-2024.

Hingga duduk di kursi MPR, Bamsoet sebelumnya bersaing dengan Ahmad Muzani yang diusung Partai Gerindra. Sejumlah kabar lobi politik mencuat memanaskan persaingan.
[Gambas:Video CNN]
Gerindra sebelumnya berharap Bamsoet mengalah dan memberikan kursi ketua MPR kepada Gerindra. sekjen Gerindra, Ahmad Muzani menegaskan kursi MPR untuk Gerindra agar jalannya pemerintahan seimbang, ketika DPR sudah berada di kekuasaan partai pengusung Joko Widodo-Maruf Amin.

Meski demikian, pernyataan tersebut dibantah. Politikus Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menyebut bagi kursi di MPR bukan karena asas keseimbangan, melainkan berdasarkan proporsionalitas.

"Karena Golkar merupakan pemilik kursi terbesar kedua (setelah PDIP) di Pemilu 2019," kata Ace.
(mts/ain)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK