Tiga Penyebar Video Yel-Yel TNI 'Macan Jadi Kucing' Ditangkap

CNN Indonesia | Jumat, 04/10/2019 19:12 WIB
Tiga Penyebar Video Yel-Yel TNI 'Macan Jadi Kucing' Ditangkap Polisi Tangkap Penyebar Video Yel TNI 'Macan Jadi Kucing'. (CNN Indonesia/ Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga orang yang diduga mengunggah video yel-yel TNI "Macan Jadi Kucing" ditangkap polisi. Polisi menilai video tersebut memecah belah sinergitas TNI dan Polri.

Tersangka yang ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri adalah DA (34 tahun) alias DA. Sementara dua tersangka lain yakni M ditangani Polda Jabar dan R ditangani Polda Jatim.

Kepala Subdirektorat II Direktorat Tindak Pidan Siber Komisaris Besar Rickynaldo mengatakan tersangka DA berperan sebagai pengedit video. Video yel-yel TNI diubah suaranya dengan suara lirik 'Macan Jadi Kucing'.


"Suara hasil suntingan dari rekaman yel-yel salah satu suporter bola dalam sebuah pertandingan di stadion," kata Rikcynaldo Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (4/10).

Selain mengedit, DA juga diduga berperan sebagai pengunggah pertama video tersebut. Sementara Maryanto dan Rohman menjadi tersangka penyebaran.

Rickynaldo menjelaskan video tersebut sempat viral karena diunggah di tengah suasana unjuk rasa di sejumlah daerah yang terjadi beberapa waktu lalu. Tim pun mengidentifikasi akun-akun media sosial yang menyebarluaskan video tersebut.

Pasalnya, kata Rickynaldo, video tersebut berupaya untuk memecah belah sinergitas TNI-Polri. 

"Polri bersama TNI juga sudah mengklarifikasi bahwa video tersebut adalah suatu disinformasi yang berupaya memecah belah sinergitas Polri - TNI," ujarnya.

Kepada polisi, DA mengaku berinisiatif sendiri mengedit video tersebut dan mengunggahnya ke dunia maya. Karyawan swasta itu mengaku tidak mendapat pesanan atau disuruh pihak tertentu.

Video berdurasi 22 detik tersebut menampilkan anggota TNI yang tengah melakukan yel-yel. Namun kata-kata yang diucapkan dalam video itu adalah 'meong, meong, meong, macane dadi kucing'. 

Tiga tersangka dijerat Pasal 27 ayat (3), dan/atau Pasal 35 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016  tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 14 (1) UU no.1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan/atau Pasal 207 KUHP dan/atau Pasal 208 KUHP ancaman pidana hukuman sembilan tahun Penjara.
[Gambas:Video CNN] (gst/sur)