Macet Pelebaran Trotoar, Anies Sarankan Naik Angkutan Umum

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 06:57 WIB
Macet Pelebaran Trotoar, Anies Sarankan Naik Angkutan Umum Pelebaran trotoar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. (CNN Indonesia/Aria Ananda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyarankan masyarakat agar menggunakan angkutan umum jika tidak ingin terganggu dengan pembangunan trotoar yang tengah diperlebar di sejumlah wilayah.

Dia menyampaikan itu untuk menanggapi kritik sejumlah pihak ihwal pelebaran trotoar yang mengganggu pengguna kendaraan mobil lantaran badan jalan menyempit.

"Kita ingin lebih banyak warga menggunakan kendaraan umum memang arahnya ke sana. Jadi kendaraan pribadi tidak dilarang, tetapi kalau ingin nyaman, cepat, sekarang bisa menggunakan kendaraan umum " ucap Anies di Balai Kota Jakarta, Selasa (15/10).


Anies menjelaskan bahwa pejalan kaki dan pengguna kendaraan bermotor sama-sama memiliki hak.

Pejalan kaki berhak menggunakan trotoar. Sedangkan pengendara kendaraan bermotor berhak menggunakan jalan. Oleh karena itu, menurut Anies, keduanya harus berbagi.

Anies juga mengatakan pembangunan trotoar bertujuan untuk menyamakan lajur kendaraan yang kerap berbeda-beda.
"Kalau diperhatikan, trotoar itu dikonsistenkan. Jadi kalau dilihat jalan, banyak jalan itu dua lajur lalu berubah menjadi tiga, lalu dua lagi, lalu tiga," kata Anies.
Macet Pelebaran Trotoar, Anies Sarankan Naik Angkutan UmumPelebaran trotoar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

"Di tempat yang tiga lajur, dia jadi tempat parkir. Konsistensi itu lalu menimbulkan trotoar yang lebih lebar, tapi sesungguhnya itu konsisten sepanjang jalur." tambahnya.

Anies yakin pelebaran trotoar justru akan mengurangi kemacetan di kemudian hari. Bukan malah menambah banyak titik kemacetan di wilayah ibu kota. Dia pun berharap masyarakat turut berperan mengurangi kemacetan dengan menggunakan angkutan umum .
"Dengan cara seperti ini justru harapannya bisa mengurangi titik-titik penyebab kemacetan di Jakarta," jelas dia.

Pemprov DKI Jakarta telah menargetkan revitalisasi trotoar Jalan Cikini Raya dan Kramat Raya, Jakarta Pusat, rampung pada akhir tahun 2019. Trotoar diperlebar dan menjadi lebih ramah bagi pedestrian atau pejalan kaki.

"[Revitalisasi trotoar Cikini-Kramat rampung pada] Desember 2019," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugraha saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (14/6).

Trotoar diperlebar yang awalnya 1,5-3 meter menjadi 4-7 meter. Selain itu, Hari juga mengatakan bahwa pelebaran trotoar tak akan mengubah arus lalu lintas di sekitarnya.

Revitalisasi trotoar juga dilakukan demi memudahkan kalangan disabilitas. Menurut Hari, trotoar yang sudah ada belum ramah bagi disabilitas.

"Trotoar existing tidak ramah disabilitas. Bergelombang dan sebagian trotoar terputus," jelas Hari.
[Gambas:Video CNN] (ani/bmw)