Kemensos Periksa Tingkat Radikalisme Anak Penusuk Wiranto

CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 08:44 WIB
Kemensos Periksa Tingkat Radikalisme Anak Penusuk Wiranto Polisi menyebut dua pelaku penyerang Menko Polhukam Wiranto terpapar paham radikalisme. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak terduga teroris penusuk Menko Polhukam Wiranto berinisial R (12) saat ini tengah dirawat dan di bawah perlindungan Kementerian Sosial. Pekerja sosial dan psikolog di salah satu rumah perlindungan pemerintah di Jakarta memberikan sejumlah terapi untuk memulihkan trauma dan mengukur tingkat radikalisme bocah R.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Edi Suharto mengatakan serangkaian assesstment bakal berlangsung hingga enam bulan ke depan.

"Sekarang ada di sini. Kami juga akan rehabilitasi, kami juga khawatir anak ini akan terpapar paham radikalisme. Karena anak ini kan sebagai korban, oleh karenanya kita harus optimis agar anak-anak bisa kembali punya pemahaman yang bagus mengenai NKRI dan perdamaian," kata Edi usai meresmikan Laboratorium Terapi Psikososial di kawasan Jakarta Timur, Rabu (16/10).


R adalah satu dari 13 anak korban radikalisme yang dirawat di rumah perlindungan Kemensos. Ia adalah anak perempuan dari SA dan FA, terduga teroris yang menyerang Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (11/10) pekan lalu.

"Ini kan masih baru, jadi baru masuk ke sini, kami masih assesstment terutama mengenai kondisi psikis dia dan bagaimana keadaan saat itu yang sebenarnya," ujar dia.

Edi melanjutkan, perawatan oleh Kemensos pun masih di bawah penjagaan tim kepolisian. Ia mengatakan untuk sementara R juga masih dipisahkan dari anak korban lainnya untuk menjalani terapi khusus.

"Sampai dia punya adaptasi yang bagus. Bahkan di awal itu ada pre-test. Ada soal kecintaan terhadap NKRI, mengucapkan salam, hingga bermain ke teman sebaya. Setelah itu baru kami satukan," jelas Edi.

Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani, Neneng Heryani mengungkapkan catatan sementara menunjukkan R tidak memiliki luka atau catatan medis. Saat dirujuk ke rumah perlindungan, bocah yang menempuh pendidikan pesantren itu secara selintas terlihat ceria.

"Tapi kan itu dari luar, harus dilakukan pemeriksaan lagi betul-betul secara mendalam karena kasus seperti ini kami punya terapi khusus," tutur Neneng ditemui CNNIndonesia.com di kantornya.

Neneng menambahkan, saat kejadian, R mengaku tengah bermain di alun-alun Menes. Namun, lanjut Neneng, pengakuan itu harus dicek lagi lewat pemeriksaan lebih lanjut.

"Seperti ini tidak bisa ditanya sekali, harus lagi dan lagi. Ini baru juga, masih panjang prosesnya," kata Neneng.

[Gambas:Video CNN]

Wiranto diserang SA alias Abu Rara usai meresmikan gedung baru Mathla'ul Anwar di Pandeglang, Banten. Sementara istrinya, FA menyerang Kapolsek Menes Kompol Dariyanto, Serda Yogi Wahono (ajudan Danrem 064/Maulana Yusuf), dan tokoh Mathla'ul Anwar Fuad Syauqi.

Pelaku, menurut polisi terpapar paham radikalisme. Polisi menyebut mereka terafiliasi kelompok JAD.

Usai ditusuk, Wiranto dibawa ke RSUD Pandeglang sebelum akhirnya dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto. Wiranto disebut mengalami luka tusuk di perut dan sempat menjalani operasi. (ika/osc)