KPK Sita Mobil Ajudan Wali Kota Medan yang Dipakai Kabur

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 07:40 WIB
KPK Sita Mobil Ajudan Wali Kota Medan yang Dipakai Kabur KPK menyita sebuah mobil yang dipakai ajudan Wali Kota Medan untuk melarikan diri saat OTT(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita mobil Toyota Avanza silver yang digunakan Ajudan Wali Kota Medan, Andika dari penggeledahan di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (19/10). Mobil tersebut merupakan kendaraan yang dipakai Andika untuk melarikan diri saat operasi tangkap tangan KPK.

Penggeledahan dilakukan di lima lokasi seperti rumah Wali Kota Medan Dzulmi Eldin di Jalan Babura Lama; rumah dinas Dzulmi Eldin; serta Kantor Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Medan.

"Dari lokasi-lokasi tersebut disita sejumlah dokumen terkait proyek, mobil Avanza silver yang digunakan Andika dan barang bukti elektronik seperti alat komunikasi," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Minggu (20/10).


Febri mengatakan tim telah kembali ke Jakarta untuk mempelajari dokumen-dokumen proyek dan barang bukti lain yang disita.

"Tim kembali ke Jakarta untuk selanjutnya mempelajari bukti-bukti yang telah disita di Medan," tuturnya.
Ajudan Dzulmi Eldin, Andika sendiri pada pekan kemarin juga sudah menyerahkan diri ke Polresta Medan.

KPK juga menggeledah Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Medan.Penyidik menyita sejumlah dokumen yang dibawa menggunakan dua koper berukuran besar dan dua kardus kecil.

Sementara dari penggeledahan di Kantor Wali Kota Medan selama 12 jam pada Jumat (18/10) malam, tim KPK membawa empat koper besar yang diduga merupakan barang bukti. Salah satunya adalah berkas dokumen perjalanan ke Jepang.

Rangkaian penggeledahan tersebut dilakukan usai penetapan Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin sebagai tersangka dugaan kasus suap terkait dengan proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan tahun 2019.

Selain Tengku Dzulmi Eldin, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yaitu sebagai pemberi IAN (Isa Ansyari) Kepala Dinas PUPR Kota Medan dan SFI (Syamsul Fitri Siregar) Kepala Bagian Protokoler Kota Medan. Sebelum ditetapkan tersangka, mereka terjaring operasi tangkap tangan (OTT).
[Gambas:Video CNN] (ryn/bmw)