Gerindra: Konsep Pertahanan Prabowo Akan Jadi Visi Jokowi

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 22:51 WIB
Gerindra: Konsep Pertahanan Prabowo Akan Jadi Visi Jokowi Wakil Ketua Umum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan konsep pertahanan yang dipaparkan Prabowo Subianto selama kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 silam akan menjadi visi Kabinet Indonesia Maju Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Menurutnya, ajakan Jokowi agar Prabowo menduduki kursi Menhan di Kabinet Indonesia Maju mengartikan bahwa pemerintah telah menerima konsep pertahanan milik Prabowo.

"Konsep itu sudah disampaikan sebelumnya kepada Presiden. Bahwa kemudian kami diajak, artinya konsep kami disetujui," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (24/10).


Dasco menegaskan Prabowo tidak memiliki visi dan misi sendiri sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju. Menurutnya, Prabowo akan menyusun seluruh program kerja yang akan dilaksanakan sebagai Menhan, baik jangka pendek atau panjang.


Sebelumnya, Jokowi mengingatkan bahwa menteri tidak boleh memiliki visi dan misi sendiri dalam menjalankan tugasnya. Semuanya, tegas Jokowi, harus bekerja dengan mengacu kepada visi misi milik presiden dan wakil presiden.

Jokowi mengatakan itu dalam Sidang Kabinet Paripurna pertama bersama menteri dan sejumlah petinggi lembaga negara. Sidang dihelat di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10).

"Yang pertama, ini perlu saya ulang bahwa tidak ada visi misi menteri," tutur Jokowi.

Jokowi ingin para menteri mencatat ucapannya itu. Dia berharap semua menteri benar-benar menjalankan tugasnya sesuai dengan visi misi presiden dan wakil presiden.


[Gambas:Video CNN]

Di Pilpres 2019 silam, Prabowo pernah mengatakan bahwa pertahanan Indonesia sangat lemah, karena tak mampu perang dalam waktu yang lama. Dia merujuk dari pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

"Menteri Pertahanan mengatakan kalau Indonesia terpaksa menghadap perang hari ini, kita hanya bisa bertahan selama tiga hari," ujar Prabowo pada 14 Januari 2019.

Prabowo juga pernah bicara banyak soal pertahanan Indonesia yang lemah pada saat Debat Kandidat Pilpres 2019 keempat. Pada intinya, dia menganggap pertahanan Indonesia masih cenderung lemah dibanding negara lain.

Menurut Prabowo, alutsista milik Indonesia masih di bawah standar. Hal itu dilihat dari wilayah Indonesia yang begitu luas, pertahanan Indonesia jadi tergolong lemah.

"Kapal selam berapa yang kita miliki? Jenisnya berapa? Kemampuannya berapa? pesawat berapa? Kita negara seluas Eropa, berapa sky drone fighter? Kita punya peluru kendalinya berapa Pak (Jokowi)? " tuturnya pada 31 Maret 2019.

Gerindra: Konsep Pertahanan Prabowo Akan Jadi Visi JokowiPrabowo saat debat Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika)


Selain itu, anggaran untuk pertahanan menurutnya juga cenderung minim dibanding negara lain.

Dia mengatakan anggaran untuk pertahanan selama ini hanya sebatas 5 persen dari APBN. Padahal negara lain, dia menyinggung Singapura, anggaran pertahanannya mencapai 30 persen dari APBN.

Menurut Prabowo, semua persoalan pertahanan disebabkan oleh pemerintah yang tidak punya uang. Kalaupun ada uang, malah mengalir alias bocor ke luar negeri. Akibatnya, belanja alutsista menjadi sangat terbatas.


(mts/ain)