Sementara tenaga pengajar diisi oleh dua orang guru reguler dan satu guru piket. Pengajar ini merupakan lulusan S1 yang mendapat beasiswa dari program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat era Fauzi Bowo dan Basuki Tjahaja Purnama.
"Pengajar dari lingkungan sini aja, kita ajuin beasiswa S1 waktu itu dan bertahan mengajar sampai sekarang. Tiga orang guru. Satu guru piket," tutur Wahyuni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() Kepala Sekolah PAUD Melon, Lenteng Agung, Herry Wahyuni. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra) |
Belajar dengan Alam
Sejak satu tahun belakangan, bangunan PAUD Melon sedang dalam tahap renovasi. Kegiatan belajar mengajar pun dialihkan ke Musala Al Ikhlas yang letaknya berdekatan.
Mengenai fasilitas bermain, jangan bandingkan PAUD Melon dengan PAUD atau TK di awal tulisan. Di PAUD Melon hanya ada dua mainan. Satu ayunan dan satu permainan lain di halaman depan bangunan PAUD.
Perihal bantuan pemerintah, PAUD Melon pada bulan Oktober kemarin baru saja menerima bantuan berupa Alat Pembelajaran Edukatif (APE) dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Selain itu beberapa bulan sebelumnya, juga ada bantuan operasional berupa barang-barang kegiatan belajar mengajar.
Dengan keterbatasan fasilitas, PAUD Melon menyiasatinya dengan cara-cara kreatif. Wahyuni mengatakan sesekali para peserta didik dibawa ke luar untuk belajar menanam tanaman, dan berkunjung ke Taman Margasatwa Ragunan untuk pengenalan binatang.
Belajar di luar ruang kelas dibuat sesuai tema. Misalnya, anak-anak akan dibawa ke Ragunan untuk belajar dengan tema mengenal binatang. Atau diajak melihat pohon mangga, rambutan, dan sebagainya untuk belajar mengenai tanama,.
"Karena tidak berbiaya, kita ambil segala sesuatunya dari alam," ucap Wahyuni. (ryn/wis)

Anak usia dini menyimak guru dan bermain di PAUD Anggrek, Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019. )CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)