Kemenag Tak Jamin Beri Tunjangan Banjir untuk Guru Madrasah

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 22:04 WIB
Kemenag Tak Jamin Beri Tunjangan Banjir untuk Guru Madrasah Kementerian Agama tidak menyiapkan tunjangan khusus untuk guru madrasah yang terdampak banjir (CNN Indonesia/ Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Agama (Kemenag) tidak bisa memberi tunjangan bagi guru madrasah yang terdampak banjir seperti yang dijanjikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Kemenag berdalih mengalami penurunan penerimaan anggaran.

Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan Madrasah Kemenag, Ahmad Umar, mengatakan pihaknya tak punya anggaran lebih yang bisa dialokasikan untuk tunjangan banjir guru.

"Kami bantuan apa, jujur saya belum punya cara bantu mereka apalagi terkait gedung yang rusak. Kami saja penurunan dana sarana prasarana dari tahun lalu Rp200 miliar dan tahun ini Rp30 miliar untuk seluruh Indonesia," kata Umar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (7/1).


Umar menjelaskan Ditjen Pendis Kemenag mengelola anggaran sekitar Rp1,43 triliun. Namun sebagian besar, sekitar Rp1,3 triliun habis untuk Program Indonesia Pintar (PIP).

Untuk Direktorat KSKK Madrasah sendiri, mengelola Rp44 miliar. Jumlah itu masih harus dibagi untuk pembangunan sarana/prasarana, pengembangan kurikulum, dan beberapa keperluan lainnya.

"Kalau Kemendikbud kan urusan sekolah dan pendidikan saja. Kalau Kemenag kan banyak, tidak cuma pendidikan. Ada haji, bina agama ada enam," tutur Umar.

"Sedang kita pikirkan yang terdampak banjir," tambahnya.
Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan Madrasah Kemenag, Ahmad Umar tidak berencana memberikan bantuan kepada guru madrasah terdampak banjir Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan Madrasah Kemenag, Ahmad Umar tidak berencana memberikan bantuan kepada guru madrasah terdampak banjir ( CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim berencana memberi tunjangan khusus bagi guru yang terdampak banjir. Soal bangunan sekolah yang terdampak bencana alam, Kemendikbud masih melakukan pendataan.

"Satu hal lagi yang juga menurut kami cukup penting, kami sudah berencana dan akan melakukan tunjangan khusus bagi para guru-guru yang terdampak banjir dan hujan dan badai ini, diberikan selama tiga bulan, karena menurut kami kesejahteraan guru sangat penting," kata Nadiem saat mengunjungi SDN 02 Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (6/1).

Meski demikian Nadiem belum merinci bantuan yang akan diberikan. Belum diketahui bagaimana mekanisme Nadiem memberikan bantuan. Besaran dan bentuk bantuan juga masih belum dijelaskan secara rinci.

Banjir yang terjadi sejak 1 Januari lalu menerjang sejumlah wilayah. Tidak hanya Jabodetabek, tetapi juga Jawa Barat dan Banten. Ratusan ribu orang mengungsi dan 67 orang meninggal dunia akibat banjir tersebut.
[Gambas:Video CNN] (dhf/bmw)