Dinas LHK Depok Ungkap Kenaikan Volume Sampah Usai Banjir

CNN Indonesia | Rabu, 08/01/2020 14:59 WIB
Jumlah sampah di Kota Depok mengalami kenaikan setelah banjir menerjang, dari semula 800-900 ton per hari menjadi sekitar 950 ton. Volume sampah di Depok mengalami kenaikan pascabanjir. (CNN Indonesia/Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Volume sampah di Depok, Jawa Barat meningkat dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan volume sampah ini terjadi usai banjir menerjang di sejumlah wilayah di Depok.

"Oh ya pasti. (Tapi) saya nggak ngitung. Karena kita mengangkutnya nggak sekaligus," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Etty Suharyati saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (7/1).

Kenaikan volume sampah ini juga sesuai dengan data Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang mencatat ada kenaikan volume sampah beberapa hari terakhir. Namun kenaikan yang terjadi tidak signifikan.


Menurut Kepala UPT TPA Cipayung, Ardan Kurniawan, pihaknya mencatat kenaikan terjadi sehari pasca tahun baru, sebanyak 10 persen. Jumlah sampah itu naik dari semula 800-900 ton per hari menjadi sekitar 950 ton.

"Tidak ada kenaikan yang signifikan. Kalau pun ada kenaikan mungkin pas lagi Natalan atau setelah tahun baru. Tapi setelah itu kembali normal," katanya.

Kendati demikian, Ardan tidak bisa memastikan kenaikan sampah itu akibat banjir atau bukan. Ia hanya memastikan kenaikan sampah terjadi pasca Natal 2019 dan tahun baru 2020.

"Jadi tadi benar, memang kenaikan keseluruhan ke sini ada. Saya tadi bilang, 10 persen," katanya.

Dari angka kenaikan itu, Ardan menambahkan, Sukmajaya menjadi kecamatan paling banyak menyumbang sampah ke TPA Cipayung. Dari sekitar 800 ton per hari, Kecamatan Sukmajaya menyumbang sekitar 150 ton.

Sementara Kecamatan Cipayung, Sawangan, dan Bojong Sari menjadi kecamatan paling sedikit menyumbang sampah.

Persoalan sampah sempat menjadi sorotan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan salah satu penyebab banjir di awal tahun baru 2020 ini karena masih banyak banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

"Karena ada yang disebabkan kerusakan ekosistem, kerusakan ekologi yang ada. Tapi juga ada yang memang karena kesalahan kita yang membuang sampah di mana-mana. Banyak hal," kata Jokowi di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1) lalu.

[Gambas:Video CNN] (thr/osc)