"Oh ya pasti. (Tapi) saya nggak ngitung. Karena kita mengangkutnya nggak sekaligus," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Etty Suharyati saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (7/1).
Kenaikan volume sampah ini juga sesuai dengan data Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang mencatat ada kenaikan volume sampah beberapa hari terakhir. Namun kenaikan yang terjadi tidak signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada kenaikan yang signifikan. Kalau pun ada kenaikan mungkin pas lagi Natalan atau setelah tahun baru. Tapi setelah itu kembali normal," katanya.
"Jadi tadi benar, memang kenaikan keseluruhan ke sini ada. Saya tadi bilang, 10 persen," katanya.
Dari angka kenaikan itu, Ardan menambahkan, Sukmajaya menjadi kecamatan paling banyak menyumbang sampah ke TPA Cipayung. Dari sekitar 800 ton per hari, Kecamatan Sukmajaya menyumbang sekitar 150 ton.
Sementara Kecamatan Cipayung, Sawangan, dan Bojong Sari menjadi kecamatan paling sedikit menyumbang sampah.
"Karena ada yang disebabkan kerusakan ekosistem, kerusakan ekologi yang ada. Tapi juga ada yang memang karena kesalahan kita yang membuang sampah di mana-mana. Banyak hal," kata Jokowi di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1) lalu.
[Gambas:Video CNN] (thr/osc)