Deputi Anies Sebut Genangan Tinggal Tersisa Satu RW di Jakbar

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 23:30 WIB
Genangan air di Jakarta terpantau masih tersisa di satu RW di kawasan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, setinggi 10-30 cm. Banjir di Kalideres, Jakbar. (CNN Indonesia/ Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman, Suharti, mengklaim tinggal satu Rukun Warga (RW) di kawasan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, yang masih digenangi banjir di Jakarta sampai saat ini.

"Kita menangani kawasan terdampak udah dilakukan, hari ini tinggal satu RW yang tergenang di Semanan," kata dia di kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (7/1).

Meski demikian, Suharti optimistis dalam waktu dekat banjir di wilayah tersebut akan surut dan warga bisa beraktivias seperti biasa.


Selain itu, Suharti menjelaskan pihaknya sudah melakukan beberapa pendekatan dalam mengantisipasi potensi bencana banjir lanjutan. Pemprov DKI, kata dia, sudah melakukan penanganan pasca banjir sampai saat ini dengan baik.

"Penanganan pengungsi masih ada, karena rumahnya dalam proses pembersihan," kata dia.

Tak hanya itu, Suharti menyatakan pihaknya sudah membuat posko-posko darurat di tiap kelurahan dan kecamatan untuk antisipasi bencana banjir. Ia menyatakan Pemprov sudah mendiamstribusikan bantuan logistik secara merata bagi masyarakat yang terdampak.

"kita antisipasi posko-posko di kelurahan dan kecamatan dan menyiapkan logistik untuk antisipasi," kata dia.

[Gambas:Video CNN]
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 7 Januari 2020 pukul 18.00 WIB, wilayah yang masih digenangi air hanya Jakarta Barat. Tinggi Muka Air (TMA) pun tercatat menurun, dari semula 20-60 cm menjadi 10-30 cm.

Selain itu, masih ada 118 Kepala Keluarga (KK) atau 539 orang pengungsi di daerah Jakarta Barat.

BNPB juga menyebut genangan terdata sudah tak ada di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Lebak, dan Bekasi. Secara keseluruhan, jumlah pengungsi di daerah Jakarta dan sekitarnya mencapai 3.865 KK atau 13.993 orang.

Bagi masyarakat yang sudah kembali ke pengungsian, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Agus Wibowo meminta untuk mewaspadai potensi banjir akibat cuaca ekstrem.

"Walaupun telah kembali ke rumah masing-masing dan melanjutkan aktivitas, masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dengan curah hujan tinggi yang masih akan berlangsung sepekan kedepan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi siklus cuaca ekstrem masih akan berlangsung dan berulang hingga pertengahan Februari," tutur dia.

(rzr/arh)