Banjir di 75 Persen Wilayah, Wali Kota Bekasi Akui Keteteran

CNN Indonesia | Kamis, 09/01/2020 02:07 WIB
Banjir di 75 Persen Wilayah, Wali Kota Bekasi Akui Keteteran Wali Kota Bekasi Rachmat Effendi mengaku kewalahan menghadapi banjir. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Bekasi Rachmat Effendi alias Pepen mengakui keteteran menangani banjir yang merata di wilayahnya. Pemkot Bekasi pun menetapkan status tanggap darurat untuk sepekan ke depan.

"Kendalanya kan banjir merata, 75 persen. Peralatan dan fasilitas terbatas. Sekarang aja kami masih perpanjang (penanganan banjir)", ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/11).

Pepen menyatakan pihaknya masih berjibaku membersihkan lumpur dan sampah di sejumlah wilayah yang tergenang banjir. Ia juga sudah menerjunkan seluruh PNS di Kota Bekasi untuk turun membantu warga.


"Udah berapa hari ini pegawai saya liburin semua, suruh turun. (Membersihkan) sampah, apa semua. Mobil kami tambah, sewa," ujarnya.

Pada saat yang bersamaan, kata Pepen, pihaknya tengah mengantisipasi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan jatuh pada 10 dan 11 Januari. Ia mengaku meminjam pompa air ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meminimalisir banjir.

"Kami masih berjalan, kami informasikan. Harus siap dan hati-hati menghadapi cuaca ekstrem ini," tuturnya.

Pemkot Bekasi sendiri menetapkan status tanggap darurat bencana di wilayah itu hingga Senin (13/1) depan. Kepala Subbagian Humas Pemkot Bekasi Sayekti Rubiyah menuturkan pihaknya berupaya mempercepat proses pemulihan.

Banjir di 75 Persen Area, Wali Kota Bekasi Akui KeteteranFoto: Dok. BNPB
"Bencananya kan masih banyak yang belum selesai itu, pembersihan-pembersihan lumpur gitu. Jadi [status tanggap darurat] diperpanjang seminggu lagi," katanya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (7/1).

Pihaknya juga sudah mengerahkan sejumlah alat berat untuk mempercepat proses pembersihan sisa banjir. Termasuk, mengontrol banjir di sejumlah ruas jalan tol.

"Kan itu di tol banyak kali yang menghambat. Selatan tol sama Utara tol. Itu di bawahnya banyak kali. Ini lagi kita kontrol," kata Sayekti.

Untuk mengantisipasi banjir kembali terjadi, pihaknya sudah bersiaga dengan menyediakan sejumlah perahu karet di beberapa titik. Ia juga meminta masyarakat tetap waspada jika hujan deras kembali mengguyur.

"Semua peralatan. Sarana dan prasarana. Dan aparatur pun juga membantu masyarakat. Kita diperintahkan untuk membantu masyarakat," katanya.

Sementara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya telah melakukan pembenahan sepanjang Kali Bekasi. Menurutnya, banjir yang terjadi kemarin karena luapan dari Kali Bekasi.

[Gambas:Video CNN]
Basuki menyebut pembenahan Kali Bekasi sudah berjalan sejak 3 Januari. Ia menargetkan pekerjaan Kali Bekasi rampung sebelum tanggal 10 Januari, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan bakal terjadi kembali pada 10-15 Januari.

"Kami komitmen untuk Bekasi. Kali Bekasi belum ditangani secara sistem, mulai tahun ini akan ditangani secara sistem. Mudah-mudahan dua sampai tiga tahun ada perkembangan lebih baik," ujarnya.

(fra/thr/arh)