Integrasi MRT-KAI, Anies Ingin Jumlah Penumpang Umum Naik

CNN Indonesia | Sabtu, 11/01/2020 03:36 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan berharap integrasi MRT dengan KAI bisa melanjutkan kesuksesan Transjakarta-Jaklingko. Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan pengguna transportasi umum di Jakarta dua kali lipat. Itu diungkapkan Anies menyusul pembentukan perusahaan patungan (joint venture) antara PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Kita integrasikan sekarang, insyaallah segera angka-angkanya bisa double dalam waktu yang singkat," kata Anies di Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (10/1).

Anies mengatakan sebelum ada integrasi perusahaan, Jakarta sudah lebih dahulu melakukan integrasi antara TransJakarta dengan Jaklingko. Pada 2017 lalu, pengguna kendaraan umum per hari disebut Anies rata-rata 338 ribu orang.


"Sesudah diintegrasikan, di tahun 2019 ini rata-ratanya meningkat menjadi 700 ribu penumpang per hari. Jadi angkanya itu double, padahal itu baru integrasi antar angkutan darat, belum menyambung ke kereta api ini," ujar Anies.

Oleh karena itu, Anies pun berkesimpulan bahwa integrasi itu memiliki dampak positif penumpang yang berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Anies optimistis angka ini akan melonjak setelah integrasi transportasi berbasis rel.

"Itu saja sudah double. Kalau double itu artinya apa? 338 ribu menjadi 700 ribu artinya ada orang berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Begitu perpindahan itu terjadi, maka jumlah kendaraan pribadi di jalanan turun," ujar mantan Mendikbud tersebut.

Dengan cara itu, Anies berharap Jakarta tidak menjadi kota paling termacet di dunia. Hal ini ia ungkapkan menyusul kota Jakarta yang kini berangsur-angsur turun dari kota paling macet di dunia.

Lembaga survei Tom Tom Index sempat menempatkan Jakarta menjadi kota paling macet nomor 4 di dunia tahun 2017. Kini, kata Anies, peringkat Jakarta pun turun.

"Dalam satu tahun turun menjadi nomor 7 di dunia. Nah Kita berencana keluar dari 10 besar. Jadi kita nanti turun dari itu semua, tidak lagi menjadi kota termacet," tutup dia.

Sebelumnya, PT MRT dan PT KAI membentuk sebuah perusahaan transportasi berbasis rel. Anies Baswedan mengatakan perusahaan itu akan mengelola 72 stasiun yang dimiliki KRL hingga MRT.

"Kita bentuk namanya PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek ini mengelola 72 stasiun, dan mengelola ka bandara dan KCI," kata Anies di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (10/1).

[Gambas:Video CNN]
Anies menyatakan dalam perusahaan patungan ini, DKI Jakarta memiliki saham sebesar 51 persen sementara saham PT KAI sebesar 49 persen.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini berharap dengan integrasi bisa mendongkrak angka perpindahan masyarakat dari yang menggunakan kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum.

"Harapannya di 2030 kita akan bisa membalikkan keinginan kita 75 25 atau nanti 60 40. Sebanyak 60 menggunakan transportasi umum (sisanya pribadi). Kita lihat apakah kita bisa mencapai 75," pungkasnya.

(ctr/kid)