Dewas KPK Tegaskan Surat Izin Penggeledahan Bersifat Rahasia

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 00:27 WIB
Dewas KPK Tegaskan Surat Izin Penggeledahan Bersifat Rahasia Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan pemberian izin terkait penyadapan, penggeledahan dan penyitaan merupakan informasi yang bersifat rahasia. Ia menjelaskan surat izin tersebut merupakan kebutuhan penyelidikan dan penyidikan, bahkan termasuk ke dalam berkas perkara yang nantinya dibawa ke pengadilan.

Hal tersebut dijelaskannya menindaklanjuti polemik penggeledahan terkait perkara dugaan korupsi terkait dengan penetapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024.

"Dia termasuk yang dikecualikan dari UU Keterbukaan Informasi Publik. Oleh karena itu harapan saya teman-teman, jangan tanya-tanya apakah dewas sudah mengeluarkan izin atau belum," kata Tumpak di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta, Selasa (14/1).


Tumpak melanjutkan pihaknya sudah berdiskusi dengan bagian Deputi Penindakan KPK dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna membahas mekanisme perizinan. Kata dia, segala bentuk penindakan yang harus melalui persetujuan dewan pengawas disepakati tidak menghambat kinerja KPK.
"Kami memberikan izin 1 x 24 jam paling lama dan saya jamin itu bisa kami laksanakan. Kita sudah bicarakan. Jadi, tidak ada dewas memperlambat, memperlama kasus," ucap dia.

Terkait dengan penggeledahan kasus yang menjerat Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, Tumpak memastikan semuanya telah mendapat perizinan dari dewan pengawas.

"Tanya saja penyidik pas menggeledah itu. 'Hey penyidik, kamu menggeledah apakah sudah ada izin dari dewas?' Nah, silakan saja (tanyakan) dan pasti kalau mereka menggeledah, pasti sudah ada izin," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Dalam kerjanya nanti, Tumpak mengungkapkan bahwa nanti akan dibuat sebuah aplikasi yang akan memudahkan mekanisme perizinan. Ia menuturkan penyidik KPK nantinya dapat lebih mudah dalam mengajukan surat izin terkait penyadapan, penggeledahan maupun penyitaan.

"Kita akan membuat lagi nanti aplikasi melalui IT sehingga bisa memudahkan antar kami dengan penyidik walaupun dia di Papua sana bisa berhubungan dengan kami," ungkapnya. (ryn/ain)