52 PSK di Ambon Dipulangkan ke Kampung Halaman

CNN Indonesia | Senin, 20/01/2020 13:32 WIB
52 PSK di Ambon Dipulangkan ke Kampung Halaman Ilustrasi pemulangan pekerja seks komersial. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Sosial Juliari Batubara menyetujui dokumen pemulangan 52 pekerja seks komersial (PSK) yang dipekerjakan di Lokalisasi Tanjong Batu Merah, Ambon, Maluku. Sejumlah PSK tersebut akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing, disertai dengan uang jaminan hidup (jadup).

"Saat ini Kemensos RI sedang proses anggaran pemberdayaan PSK, mereka (PSK) menerima sebesar Rp5 juta, ditambah uang jaminan hidup Rp750 ribu dan uang transport lokal Rp250 ribu," ujar Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, Nurhajati Jasin, di Gedung Pemprov Maluku, Senin (20/1).

Nantinya, kata dia, Kemensos akan mentransfer ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Yayasan Pelangi Maluku yang dipercayakan pemerintah pusat sebelum disalurkan ke masing-masing PSK.


Pemkot Ambon, sambungnya, akan memfasilitasi pesawat untuk memulangkan puluhan PSK dari berbagai daerah di Indonesia. PSK juga akan mendapat pendampingan dari Dinas Sosial Kota Ambon untuk diserahkan ke pihak dinas sosial setempat.

Nurhayati berharap pemulangan puluhan pekerja seks komersial (PSK) diawal bulan depan, ini bisa merubah cara hidup mereka (PSK) menuju jalan yang lebih baik.

Secara terpisah, Kepala Keamanan Tempat Lokalisasi Tanjong Batu Merah, Saleh Nurlette yang ditemui CNNIndonesia.com, di kediaman, di kawasan Tanjong Batu Merah, Jalan Jenderal Sudirman, Senin, (20/1), mengatakan pihaknya mendukung kebijakan pemkot Ambon menutup tempat lokalisasi.
[Gambas:Video CNN]
"Namun di lain sisi Pemkot Ambon juga mempertimbangkan banyak hal, seperti, pedagang kecil yang berjualan, puluhan karyawan dan belasan Satpam yang nantinya menganggur," pinta Nurlette.

Sebelumnya, rencana penutupan tempat Lokalisasi Tanjong Batu Merah oleh Pemkot ambon, menuai pro dan kontra. Puluhan pedagang dan PSK melayangkan protes dengan melakukan aksi unjuk rasa di jalan Jenderal Sudirman Kota Ambon, namun aksi itu tidak digubris pemkot Ambon. (sid/ain)