Analisis

Lemah PKS dan Mau Menang Sendiri Gerindra di Cawagub DKI

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 11:34 WIB
Lemah PKS dan Mau Menang Sendiri Gerindra di Cawagub DKI Pertemuan di Kantor DPD Gerindra, Senin (5/11/2019), yang berkesimpulan saat itu DPD Gerindra DKI Jakarta sepakat jika kursi Wagub DKI diserahkan ke PKS. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepakat mengajukan dua nama calon wakil gubernur DKI Jakarta. Nama Nurmansyah Lubis dan Ahmad Riza Patria sudah dikantongi Anies untuk dilanjutkan ke DPRD DKI.

Riza adalah perwakilan dari Gerindra dan Nurmansyah dari PKS. Dua nama ini menyudahi tarik ulur kedua partai sejak Sandiaga Uno mundur dari kursi wagub pada 28 Agustus 2018 untuk maju di Pilpres 2019.

Jauh sebelum dua nama itu muncul, PKS mulanya yakin jatah kursi wagub DKI memang milik partainya. Namun demikian, dua nama yang sebelumnya diusung, Agung Yulianto dan dan Ahmad Syaikhu terhempas. Padahal keduanya sudah menjalani rangkain tes di DPRD hingga sowan ke fraksi sana-sini.


Tak berlebihan, ketika PKS mesti berbagi kursi dengan Gerindra soal wagub hari ini, sejumlah pihak menilai sebagai langkah mundur PKS.

"Suatu kekalahan politik mundur bagi PKS. Tiketnya kan yang mestinya mendapatkan jatah PKS," kata Pengamat Politik UIN Syarief Hidayatullah, Adi Prayitno kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/1).
Lemah PKS dan Ingin Menang Sendiri Gerindra di Cawagub DKIPengumuman dua nama cawagub DKI. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Menurut Adi, ada sejumlah penyebab yang menjadikan posisi PKS menjadi terbalik. Pertama, lemahnya posisi tawar PKS kepada anggota DPRD DKI Jakarta. Kedua, perwakilan PKS tak cukup mumpuni mengelola Jakarta.

"Bargaining PKS lemah untuk meyakinkan fraksi. Makanya ada calon PKS satu dan Gerindra satu," beber dia.

Adi menyebut pengumuman ulang dua nama tersebut cenderung dipaksakan. Padahal, PKS punya pilihan untuk mengganti dengan calon lagi dan tidak berbagi kue dengan Gerindra.

"Kompromi yang dipaksakan," jelas dia.

Sekutu yang sulit dipertahankan

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai kondisi hubungan PKS-Gerindra sudah tidak sehat di Jakarta. Hubungan yang mestinya saling menguntungkan, namun fakta berbicara mengenai Gerindra yang berambisi mengincar kursi DKI 2.

"Tapi ini (PKS) sudah ditelikung. Kerja sama ini sudah tidak menguntungkan PKS lagi. Ini akan sangat tidak baik bagi hubungan ke depannya," kata Pangi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/1).

Pangi menilai bahwa harusnya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto memiliki pilihan untuk mengatur kadernya agar menyerahkan dua calon itu kepada PKS. Tapi Prabowo lebih memilih upaya untuk berkompromi.
Lemah PKS dan Ingin Menang Sendiri Gerindra di Cawagub DKIAhmad Riza Patria. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)

[Gambas:Video CNN]


"PKS kan sudah mendukung elektabilitas Gerindra meski tidak happy ending, tapi ujungnya Prabowo menjadi menteri," ungkap dia.

Sejak awal, Pangi sudah melihat bahwa tidak ada keseriusan Gerindra untuk mendukung calon dari PKS. Bahkan ia menduga bahwa uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan Gerindra hanya untuk mengulur waktu.

"Sekutu ini ke depan sulit dipertahankan kalau Gerindra ini jadi pragmatis dan maunya menang sendiri," kata dia.

Pangi mengatakan PKS harus mengevaluasi diri mengapa mereka tak punya posisi tawar yang bagus untuk mendapatkan jabatan Wagub yang mestinya milik mereka itu. 

"PKS enggak punya bargaining position keras enggak punya sikap. Ini mungkin ada imbasnya dari posisinya kehilangan tokoh ya saya pikir itu yang harus dievaluasi," tutup dia.


(ctr/ain)