Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polhukam Mayjen TNI Rudianto menyatakan pelbagai peraturan itu dinilai menghambat aktivitas penangkapan ikan nelayan Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Direncanakan pada akhir Januari, nelayan-nelayan kita akan bisa melaut di laut Natuna Utara," kata dia.
Ke depan, kata dia, pengamanan wilayah laut akan banyak melibatkan TNI AL, Bakamla hingga personel Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Karena nelayan-nelayan di Natuna Utara, mereka minta dikawal oleh aparat keamanan kita," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Rudianto mengakui ada banyak pelanggaran di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia yang sangat luas. Pelanggaran bisayang sering terjadi adalah ilegal fishing dari para nelayan asing.
"Sekarang [ilegal fishing] dilakukan para nelayan di beberapa negara, China, Vietnam, Thailand, karena perairan ZEE kita yang luas, dan aparat penegak hukum kita yang terbatas, misalnya karena keterbatasan alutsista dan faktor lainnya," kata Rudianto. (rzr/wis)