Viral Foto Editan Lutfi Bawa Bendera Partai, NasDem Bela Diri

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 03:45 WIB
Viral Foto Editan Lutfi Bawa Bendera Partai, NasDem Bela Diri Ilustrasi medsos. (Istockphoto/ijeab)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah warganet mencibir iklan Partai NasDem di media massa yang menyunting foto demonstran yang membawa bendera merah putih, Dede Lutfi Alfiandi, yang dikriminalisasi dan disiksa polisi.

Sebagian besar menyinggung soal kelancangan partai pimpinan Surya Paloh itu karena sudah mengganti bendera merah putih dengan bendera partai.

"Sungguh tidak pantas Anda mengganti sang Merah Putih yang dibawa adinda Lutfi Alfiandi (LA) dengan bendera partai Anda, untuk iklan acara Anda," kicau akun @berlianidris, Senin (27/1).


Selain itu, netizen juga mempertanyakan kontribusi partai tersebut terhadap pembebasan Lutfi dari proses hukum.

"Enggak pantas. NasDem adalah bagian dari rezim yang mengkriminalisasi Lutfi," kicau akun @HHasantoso.


Tak ketinggalan, posisi Partai NasDem dalam barisan pendukung pemerintah yang menyetujui revisi UU KPK, yang ditentang oleh aksi demonstrasi di depan Gedung DPR yang diikuti oleh Lutfi, pada tahun lalu, pun disinggung.

"Iklan acara Nasdem ini sungguh memalukan. Karena @NasDem
dukung RUU KPK yg diprotes massa dan pelajar termasuk Dede Lutfi Alfiandi, tidak pernah membantu pembebasan Lutfi, sesuka hati ganti bendera merah-putih, tidak izin ke pemilik foto @merantauuu," urai akun @iskandarjet.

Sementara, akun @panca66 mempertanyakan izin penggunaan foto tersebut dari pemiliknya untuk iklan.

"Nasdem mengedit foto Luthfi untuk iklannya. Saya rasa foto ini ada fotografernya yang motret. Apakah Nasdem sudah minta izin? Secara Nasdem partai yang enggak peduli nasib Luthfi tapi memanfaatkan fotonya untuk promosi," ujarnya, sambil menandai akun @taufikbasari.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Taufik Basari mengklaim partainya memberikan perhatian pada dugaan penyiksaan yang dilakukan penyidik kepolisian terhadap Lutfi.

Namun, dia menegaskan perhatian tersebut tidak terkait dengan iklan di salah satu media massa yang menampilkan foto Lutfi membawa bendera NasDem.

[Gambas:Video CNN]
"Sebelum muncul iklan itu, beberapa minggu, hari yang lalu, saya sedang soroti pengakuan Lutfi di persidangan terkait penyiksaan," kata Taufik saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (27/1).

Menurutnya, perhatian Partai NasDem pada dugaan penyiksaan yang dialami Lutfi sudah bisa ditelusuri lewat jejak digital. Taufik berkata bahwa dirinya ketika itu meminta agar Polri membentuk tim khusus.

Permintaan itu, lanjutnya, sudah dipenuhi oleh Kapolri Jenderal Idham Azis beberapa waktu yang lalu.

"Saya sudah menyatakan bahwa hal tersebut harus diusut, Polri harus membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti dan alhamdulillah sudah dibentuk," kata Taufik.

Dirinya juga berencana untuk menanyakan tentang dugaan penganiayaan yang dialami Lutfi kepada Idham dalam rapat kerja antara Kapolri dengan Komisi III DPR dalam waktu dekat.

"Rencananya memang ketika rapat kerja dengan Kapolri itu pun saya sudah siapkan jadi agenda salah satu pertanyaan saya," tuturnya.

[Gambas:Instagram]
Sebelumnya, iklan yang menampilkan foto Lutfi membawa bendera NasDem ramai diperbincangkan di media sosial.

Iklan itu menampilkan tulisan 'Nurani untuk Negeri' dan 'Loyalitas atas Persahabatan Tidak Akan Renggang Hanya Karena Perbedaan Politik dan Status Sosial. Persahabatan adalah Pertautan Nurani dalam Keadaan Apapun' serta menampilkan tagar #katanone. Di sudut kiri bawah iklan itu, tercantum sumber foto.

Ketua DPP NasDem Willy Aditya menegaskan iklan tersebut tidak ada kaitannya dengan partai NasDem. ia juga tidak menyebutkan calon Wali kota yang memasang iklan itu. Pada Pilwalkot Makassar 2020, NasDem mengusung Danny Pomanto. (mts/arh)